Media Kampung – Banyak orang bertanya-tanya mengapa seseorang bisa tampak sangat murah hati kepada orang lain di luar keluarga, tetapi justru pelit terhadap anggota keluarganya sendiri. Fenomena ini menarik untuk dikaji dari sudut pandang psikologi. Psikolog klinis dari Psykay Indonesia, Adityana Kasandra Putranto, memberikan penjelasan mengenai beberapa faktor yang memengaruhi perilaku tersebut.
Sebaliknya, dalam konteks keluarga, kemurahan hati sering dianggap sebagai kewajiban yang sudah melekat, sehingga kurang mendapatkan motivasi untuk menunjukkan sikap sama seperti pada orang luar. Hal ini menyebabkan seseorang terlihat pelit ketika berhadapan dengan keluarga, meskipun sebenarnya tidak ingin menyakiti.
Selain faktor evolusioner, Adityana juga menyoroti peran gangguan kepribadian, khususnya narsisme, dalam perilaku ini. Individu dengan ciri narsistik cenderung menunjukkan kemurahan hati kepada orang lain sebagai cara untuk mendapatkan pujian dan perhatian. Mereka mungkin mengeluarkan banyak uang untuk mengesankan orang di luar keluarga. Namun, di lingkungan keluarga, mereka bisa bersikap pelit sebagai bentuk kontrol dan manipulasi, termasuk dalam bentuk penyalahgunaan finansial.
Selain itu, dinamika keluarga dan luka emosional masa lalu juga memengaruhi sikap seseorang terhadap keluarganya. Adityana menjelaskan bahwa pengalaman negatif, seperti merasa terbebani oleh permintaan keluarga yang dianggap berlebihan, hubungan yang transaksional, atau adanya dendam dan penyesalan, membuat seseorang menahan kasih sayang dan kemurahan hati kepada anggota keluarga sendiri. Hubungan dengan orang luar lebih sederhana dan bebas tekanan emosional, sehingga mereka merasa lebih nyaman untuk memberi.
Lebih jauh, ketidakmampuan untuk menerima cinta atau bantuan dari keluarga juga dapat mendorong seseorang untuk memberikan lebih banyak kepada orang lain. Sikap ini merupakan bentuk mekanisme coping menghadapi kompleksitas hubungan keluarga yang terkadang penuh konflik dan tuntutan emosional.
Penjelasan dari Adityana Kasandra Putranto ini memberikan gambaran bahwa sikap royal kepada orang lain namun pelit pada keluarga bukan sekadar soal keuangan, melainkan juga berkaitan dengan aspek psikologis dan sosial yang mendalam. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu membuka dialog dan memperbaiki komunikasi dalam keluarga agar hubungan menjadi lebih harmonis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan