Media Kampung – Fenomena seseorang yang tampak murah hati kepada orang lain namun pelit terhadap keluarganya sendiri menarik perhatian psikolog klinis Psykay Indonesia, Adityana Kasandra Putranto. Menurut Adityana, perilaku ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang melibatkan aspek emosional, evolusioner, serta gangguan kepribadian tertentu.
Secara evolusioner, manusia cenderung menunjukkan kemurahan hati lebih kepada orang luar dibandingkan keluarga. Hal ini dikarenakan tindakan memberi kepada orang asing berfungsi sebagai sinyal sosial untuk membangun reputasi, menarik perhatian pasangan, atau membentuk aliansi sosial. Dengan kata lain, kemurahan hati pada orang lain sering kali menjadi cara untuk menunjukkan sifat-sifat positif seperti kebaikan atau kekayaan yang berguna dalam konteks sosial dan perkawinan.
Berbeda dengan terhadap keluarga, di mana kemurahan hati sering dianggap sebagai kewajiban yang melekat sehingga motivasi untuk memberi tidak sebesar kepada orang luar. Akibatnya, seseorang bisa terlihat pelit atau enggan memberikan kepada anggota keluarganya meskipun sebenarnya mereka mampu.
Selain itu, gangguan kepribadian narsistik juga dapat menjadi penyebab di balik perilaku ini. Individu dengan ciri narsistik cenderung memberikan kemurahan hati kepada orang lain untuk mencari pujian, perhatian, atau menegaskan rasa superioritas. Namun, dalam lingkungan keluarga, mereka bisa bersikap pelit sebagai bentuk kontrol, termasuk melakukan penyalahgunaan keuangan untuk memanipulasi anggota keluarga.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah dinamika keluarga dan luka emosional yang belum terselesaikan. Pengalaman masa lalu yang menyakitkan atau hubungan keluarga yang penuh tekanan dan manipulasi dapat membuat seseorang merasa terbebani dan enggan berbuat murah hati kepada keluarganya. Mereka mungkin merasa hubungan dengan keluarga bersifat transaksional dan penuh dengan perasaan negatif seperti dendam atau rasa bersalah.
Adityana menambahkan bahwa dalam situasi seperti ini, memberi kepada orang luar terasa lebih aman dan menyenangkan karena tidak melibatkan beban emosional yang kompleks seperti di dalam keluarga. Kondisi tersebut juga bisa berhubungan dengan ketidakmampuan seseorang dalam menerima cinta atau bantuan dari keluarga, sehingga mereka justru berlebihan dalam memberi kepada orang lain sekaligus menahan kemurahan hati dalam lingkaran keluarga.
Penjelasan dari Adityana Kasandra Putranto ini membuka pemahaman bahwa perilaku royal kepada orang lain namun pelit kepada keluarga bukan semata soal keuangan, melainkan terkait dengan berbagai faktor psikologis dan sosial yang kompleks. Memahami hal ini bisa menjadi langkah awal untuk mengevaluasi dan memperbaiki hubungan dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan