Media Kampung – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) membuka peluang kerja sama strategis dengan Riot Games untuk memperkuat ekosistem esports di Indonesia. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta pada Kamis (14/5/2026) ini membahas berbagai langkah pengembangan industri gim dan esports nasional.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menekankan bahwa industri gim saat ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar hiburan. Gim kini menjadi platform yang menghubungkan berbagai aspek seperti budaya, teknologi, kreativitas, dan peluang ekonomi. Menurutnya, ekosistem gim di Indonesia sangat besar dan dinamis, dengan generasi muda yang aktif tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai kreator, streamer, talenta esports, penyelenggara acara, musisi, hingga pengembang gim.

Dalam audiensi tersebut, pembahasan fokus pada penguatan ekosistem esports melalui pengembangan talenta kreatif digital dan potensi penyelenggaraan turnamen regional maupun internasional di Indonesia. Menteri Ekraf menilai Riot Games memiliki kedekatan dengan generasi muda Indonesia lewat gim populer seperti VALORANT dan League of Legends.

Diskusi juga mencakup pengembangan sistem kompetisi esports yang berjenjang mulai dari tingkat daerah hingga nasional, peningkatan daya saing tim esports Indonesia di kancah global, serta peluang kolaborasi dengan pengembang gim lokal untuk aspek pendanaan, layanan outsourcing, dan penerbitan gim karya anak bangsa.

Selain itu, Kementerian Ekraf mendorong keterlibatan kreator lokal dalam berbagai aktivitas Riot Games di Indonesia, yang meliputi subsektor musik, ilustrasi, seni visual, fesyen, hingga pengembangan intellectual property (IP) lokal. Menteri Ekraf menegaskan bahwa esports memberikan dampak ekonomi yang signifikan untuk berbagai sektor, seperti industri kreatif, produksi acara, pariwisata, dan penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda.

Rencana kerja sama ini juga terkait dengan penyelenggaraan World Conference on Creative Economy 2026 yang akan diadakan di Jakarta pada Oktober mendatang. Forum internasional tersebut akan menampilkan berbagai agenda ekonomi kreatif global, termasuk subsektor gim dan konten digital melalui program Screenverse.

Head of VALORANT Esports Product Riot Games, Jake Sin, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis dalam pengembangan ekosistem VALORANT di kawasan Asia Pasifik. Ia mengungkapkan tingginya antusiasme komunitas dan prestasi tim esports Indonesia menunjukkan kesiapan negara ini untuk mengambil peran lebih besar di kompetisi internasional.

Jake Sin menambahkan, “Indonesia merupakan salah satu region terkuat di VALORANT APAC saat ini. Kami ingin membuka jalur kompetitif lebih luas agar talenta Indonesia dapat mengakses panggung internasional dan global.” Selain itu, Riot Games berencana mengembangkan Valorant Champions Tour (VCT) di Asia Pasifik, termasuk membentuk jalur kompetisi profesional independen khusus Indonesia mulai 2027 dan peluang penyelenggaraan turnamen tingkat APAC di Indonesia pada 2028.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan membentuk tim kecil dari kedua pihak untuk menindaklanjuti peluang kerja sama jangka pendek, menengah, dan panjang dalam pengembangan esports dan industri kreatif digital nasional. Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam audiensi ini adalah Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Direktur Gim Luat Sihombing, serta jajaran Kementerian Ekraf yang membawahi subsektor gim dan ekonomi digital.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.