Media Kampung – Game balap terbaru dari Fuse Games, Star Wars Galactic Racer, bukan sekadar sekuel dari Episode 1 Racer. Meskipun menghadirkan karakter dan sirkuit ikonik dari podracing, game ini menawarkan pendekatan yang berbeda. Kreator Kieran Crimmins mengungkapkan bahwa mereka ingin memberikan konsekuensi nyata pada setiap balapan, terinspirasi dari struktur roguelike seperti Slay the Spire.

Struktur Roguelike dalam Balapan

Dalam mode kampanye, pemain memulai dari liga balap bawah tanah dan harus memilih jalur melalui peta yang mirip dengan Slay the Spire. Setiap keputusan—jenis balapan, sirkuit, dan aksesori—berpengaruh pada kelangsungan hidup. Jika gagal menyelesaikan liga, pemain harus memulai ulang tetapi tetap mendapatkan kredit untuk upgrade.

Konsekuensi dan Kustomisasi

Crimmins menjelaskan bahwa elemen roguelike memungkinkan variasi build yang tidak biasa. Pemain dapat memilih kemampuan seperti perisai untuk bertahan dari tabrakan atau Ramjet untuk turbo boost yang berisiko. Setiap pilihan memengaruhi strategi balap. Selain podracer, pemain juga bisa mengendarai speeder bike, landspeeder, dan skim speeder dengan handling berbeda.

Pengalaman Balap yang Menantang

Dalam demo, pengalaman balap di tingkat kesulitan ace terasa berbahaya. Tabrakan dapat mengakhiri liga, namun kegagalan tetap memberikan progres. Crimmins menekankan bahwa pengetahuan sirkuit lebih penting daripada upgrade, sehingga pemain perlu beradaptasi dengan lintasan yang beragam—siang/malam, maju/mundur.

Star Wars Galactic Racer dijadwalkan rilis pada 2026. Game ini menjadi salah satu yang paling menarik di antara deretan game balap mendatang, berkat perpaduan kecepatan tinggi dan elemen strategi roguelike.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.