Media KampungEdward Kenway, tokoh utama dalam game Assassin’s Creed: Black Flag, dianggap sebagai Assassin terbaik karena caranya yang unik dalam menjalani peran tanpa menghiraukan aturan ketat Creed Assassin. Berbeda dengan karakter lain yang memiliki ikatan kuat dengan Brotherhood, Kenway memulai perjalanannya sebagai sosok yang bebas dan tanpa beban, bahkan meremehkan ajaran-ajaran yang biasanya dianggap sakral oleh para Assassin.

Pengantar cerita Kenway dimulai dengan kisahnya yang meninggalkan keluarganya di Bristol demi mengejar kekayaan di Dunia Baru. Ia digambarkan sebagai pria yang ingin hidup nyaman tanpa harus memikirkan tanggung jawab kepada keluarga atau rekan-rekannya. Setelah terlibat dalam perkelahian dengan seorang Assassin bernama Duncan Walpole yang berujung pada pembunuhan dan penyamarannya sebagai Assassin, Kenway memanfaatkan identitas itu untuk keuntungan pribadi dengan menjual informasi berharga kepada penguasa lokal.

Perkenalan Kenway sebagai Assassin sangat berbeda dengan pendahulunya, seperti Ezio Auditore yang mendapat penerimaan resmi dalam Brotherhood lewat upacara khidmat. Kenway justru memakai jubah Assassin layaknya kostum yang bisa dipakai untuk mencapai tujuan sendiri, tanpa rasa hormat terhadap misi atau nilai yang dipegang. Sikapnya yang sinis dan santai terhadap Creed bahkan terlihat saat pertama kali bertemu dengan mentor Assassin, Ah Tabai, dimana ia mengejek dan meremehkan para pengikut Creed.

Keunikan karakter Kenway ini sangat pas dengan kondisi franchise Assassin’s Creed pada tahun 2013, saat Ubisoft menghadirkan game keenam dalam tujuh tahun. Kompleksitas cerita yang menggabungkan elemen fiksi ilmiah dan garis keturunan membuat banyak penggemar merasa lelah mengikuti alur cerita yang rumit. Ubisoft pun memutuskan untuk mengakhiri kisah modern Desmond lebih awal dan memberikan ruang bagi cerita yang lebih sederhana. Kenway, dengan sikapnya yang tidak peduli pada lore dan aturan, menjadi sosok yang mewakili semangat kebebasan pemain.

Dalam game Black Flag, pemain diberikan kebebasan eksplorasi laut yang luas tanpa batasan ketat, sesuai dengan karakter Kenway yang menolak keterikatan pada aturan dan kewajiban. Pemain bisa mengejar berbagai aktivitas mulai dari misi utama, perburuan harta karun, hingga berburu hiu hammerhead, tanpa harus selalu terfokus pada plot utama. Pendekatan ini cocok dengan kepribadian Kenway yang memang menolak ikatan dan kewajiban.

Seiring berjalannya waktu, Kenway mengalami perubahan. Setelah melihat dampak dari tindakannya dan kehilangan orang-orang yang dicintainya, ia mulai mempertimbangkan kembali pandangannya tentang Creed dan makna dari prinsip “semua diperbolehkan”. Ia menyadari bahwa mungkin kebebasan yang selama ini ia kejar belum tentu membawa kebijaksanaan sejati, melainkan hanya awal dari perjalanan memahami nilai-nilai yang lebih dalam.

Meskipun transformasi Kenway membuatnya menjadi karakter yang lebih serius, perjalanan perubahan ini terasa alami dan sesuai dengan kepribadiannya yang keras kepala. Kisahnya yang berkembang memberikan narasi yang kuat dan memberikan ruang bagi pemain untuk terus menjelajah dunia luas Black Flag dengan berbagai misi yang tersebar di pulau-pulau jauh.

Dengan hadirnya remake Black Flag yang akan datang, karakter Edward Kenway kembali relevan untuk menghadirkan pengalaman bermain yang mengutamakan kebebasan dan petualangan tanpa harus terikat pada elemen RPG yang kompleks. Kenway menjadi simbol dari semangat pembebasan dan petualangan yang menjadi daya tarik utama game ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.