Media KampungParalives resmi meluncur dalam tahap early access pada 25 Mei lalu, menawarkan pengalaman simulasi kehidupan yang masih jauh dari sempurna namun sudah menunjukkan potensi besar sebagai pesaing Sims. Setelah hampir tujuh tahun pengembangan, Paralives Studio menegaskan bahwa game ini masih dalam proses panjang dan belum rampung, sehingga pemain harus memahami makna sebenarnya dari ‘early access’.

Pengalaman bermain selama sepuluh jam mengungkap sejumlah kekurangan seperti bug, fitur yang belum lengkap, serta antarmuka pengguna yang kurang intuitif dan terkadang membingungkan. Interaksi dalam game kerap gagal tanpa penjelasan jelas, sementara kesalahan yang muncul cenderung samar. Meski demikian, Paralives menghadirkan fondasi yang kuat dan terasa hangat karena dibuat oleh para penggemar genre simulasi kehidupan yang mengerti keinginan pemain.

Bagi penggemar membangun dan mendekorasi rumah, Paralives menawarkan kebebasan luar biasa. Fitur seperti pengaturan ukuran objek, penempatan barang tanpa penguncian, serta pilihan warna dan tekstur yang variatif memberikan keleluasaan dalam menciptakan hunian impian. Bahkan, detail kecil seperti variasi gagang pintu pada meja dapur menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di game sejenis.

Selain itu, Paramaker—fitur untuk membuat karakter—menyuguhkan opsi kreatif yang menarik. Pemain dapat mengatur lapisan makeup, pakaian, dan tinggi badan dengan leluasa. Paralives juga menyediakan elemen inklusif seperti alat bantu disabilitas dan opsi vegetarian yang dapat diaktifkan secara terpisah dari atribut karakter, memperlihatkan perhatian pada detail yang baru diadopsi oleh game lain setelah bertahun-tahun.

Namun, mode kehidupan langsung (live mode) masih menjadi titik lemah karena banyak bug dan penurunan performa yang signifikan saat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Beberapa menu bahkan terkadang macet sehingga mengharuskan restart game. Karakter dalam game juga membutuhkan perhatian ekstra karena sistem otonomi masih sangat sederhana, berbeda dengan simulasi lain yang lebih matang. Meski begitu, interaksi antar karakter yang menggunakan meter dan pilihan dialog yang terbatas membantu menghindari pengulangan percakapan yang membosankan.

Salah satu fitur menarik adalah permintaan dari karakter non-pemain yang mengingatkan konsep game santai seperti Stardew Valley. Permintaan tersebut biasanya sederhana, misalnya mengunjungi gym atau membersihkan pantai, memberi alasan bagi pemain untuk menjelajah kota daripada hanya berdiam di rumah.

Paralives masih belum menawarkan ratusan jam permainan penuh, namun keberadaannya memberikan harapan bagi para penggemar simulasi kehidupan. Seiring pengembangan yang terus berjalan, game ini berpotensi menjadi pilihan favorit yang sering kembali dimainkan. Bagi yang menyukai aspek membangun rumah dan desain karakter, Paralives sudah dapat dinikmati meski dengan segala keterbatasan awalannya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.