Media Kampung – Developer game co-op RPG Fellowship tengah melakukan perubahan pada sistem loot karena dianggap terlalu menguntungkan pemain, sehingga mengurangi tantangan dan potensi permainan. Mereka berusaha meyakinkan para pemain bahwa membuat loot menjadi kurang sempurna justru akan memberikan pengalaman bermain yang lebih baik dan bervariasi.
Fellowship merupakan game RPG co-op yang menawarkan pengalaman dungeon dengan gaya MMO, tetapi tanpa kerumitan MMO sebenarnya. Meski pemain menikmati menjalankan dungeon, para pengembang merasa sistem loot saat ini terlalu sederhana dan membuat pemain cepat merasa puas setelah mendapatkan perlengkapan terbaik. Game director Axel Lindberg menjelaskan bahwa mereka ingin setiap kali membuka peti akhir dungeon selalu terasa menyenangkan dan item yang didapat memiliki potensi dan kegunaan yang lebih beragam.
Pengembang, Chief Rebel, berambisi membuat item dapat memperluas kemungkinan build karakter dan memberikan pilihan upgrade yang lebih menarik. Pembaruan bertajuk “Loot 2.0” akan menambahkan beberapa statistik acak pada item yang jatuh, selain statistik dasar seperti kesehatan dan armor yang selalu ada. Item juga akan memiliki peringkat pada trait di pohon skill karakter, sehingga pemain terdorong untuk mencari item dengan trait serupa guna meningkatkan kekuatannya.
Perubahan ini tidak lepas dari kekhawatiran pemain yang melihatnya sebagai cara untuk memperpanjang waktu mencapai perlengkapan terbaik. Jika item yang biasanya selalu memiliki statistik berguna tiba-tiba memiliki beberapa statistik tidak menguntungkan, hal itu bisa membuat frustrasi dan berpotensi menjadikan permainan lebih grindy untuk mendapatkan loot dengan RNG sempurna. Namun, pengembang berharap dengan konsistensi yang cukup pada drops dan nilai item, game bisa mendukung lebih banyak gaya bermain.
Lindberg menambahkan bahwa tujuan lain dari perubahan loot ini adalah agar pemain dapat mengatasi modifikasi dungeon yang berbeda-beda melalui perlengkapan mereka. Misalnya, dungeon dengan musuh yang lebih tangguh akan menuntut pemain meningkatkan daya tahan, sedangkan dungeon yang mengutamakan kecepatan memaksa pemain fokus pada output damage. Meskipun akan tetap ada item terbaik untuk setiap slot, pengembang ingin membuka peluang bagi variasi yang lebih luas.
Perubahan ini menandai arah Fellowship yang semakin mengedepankan elemen action RPG dengan variasi build yang menyerupai game seperti Diablo. Dengan loot yang benar-benar memengaruhi cara kerja karakter, permainan diharapkan menjadi lebih dalam dan menarik meski harus mengulang dungeon yang sama. Periode early access saat ini dianggap waktu yang tepat untuk menguji perubahan tersebut agar tidak merusak keseruan game.
Untuk mengumpulkan masukan, Chief Rebel akan mengadakan sesi playtest pada 20 Mei mendatang. Setelah itu, pembaruan loot baru ini dijadwalkan akan dirilis pada musim ketiga yang diperkirakan hadir pada bulan Juni.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan