Media Kampung – Subnautica 2 mencatatkan pencapaian luar biasa dengan menjual lebih dari satu juta kopi hanya dalam satu jam pertama setelah peluncuran early access-nya. Keberhasilan ini menandai momen penting bagi pengembang Unknown Worlds, sekaligus memberikan tekanan tersendiri bagi perusahaan induk Krafton yang tengah menghadapi masalah hukum terkait bonus penjualan game tersebut.
Peluncuran Subnautica 2 di platform Steam berlangsung pada tanggal 14 Mei dan langsung menarik perhatian besar dari para pemain. Dalam 30 menit pertama, jumlah pemain yang aktif mencapai lebih dari 370.000, kemudian bertambah sekitar 100.000 dalam waktu singkat. Meski demikian, jumlah pembeli sebenarnya jauh lebih banyak karena banyak yang sudah memiliki game namun belum sempat memainkannya.
Melalui sebuah unggahan resmi, pihak Subnautica mengonfirmasi bahwa lebih dari satu juta kopi sudah terjual pada pukul 12 siang waktu ET, tepat satu jam setelah game ini tersedia. Kecepatan penjualan ini sejalan dengan status Subnautica 2 sebagai game paling banyak diinginkan (most-wishlisted) di Steam, dengan lebih dari lima juta pengguna memasukkannya ke dalam daftar keinginan sebelum peluncuran.
Popularitas yang tinggi ini menunjukkan potensi penjualan yang masih terbuka lebar, mengingat sebagian besar pemilik wishlist belum melakukan pembelian. Rating “very positive” di Steam juga memberi kepercayaan kepada calon pembeli bahwa game ini layak dimainkan meski masih dalam tahap early access.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, Krafton menghadapi tantangan hukum yang cukup serius. Pengadilan memutuskan bahwa pemecatan beberapa pimpinan Unknown Worlds, termasuk CEO dan tokoh utama pengembang, dilakukan untuk menghindari pembayaran bonus sebesar 250 juta dolar AS yang berkaitan dengan target penjualan Subnautica 2. Krafton sebelumnya berencana menjual 2-3 juta kopi pada akhir tahun, yang mana akan membuat pihak pengembang memperoleh bonus tersebut.
Melihat pencapaian penjualan dalam satu jam awal, Subnautica 2 sudah melewati sepertiga dari target tertinggi yang disebutkan dalam gugatan. Ditambah lagi, hakim memberikan perpanjangan waktu sembilan bulan untuk memenuhi target tersebut, sehingga kemungkinan Krafton harus membayar bonus itu semakin besar.
Perkembangan terakhir ini menunjukkan bagaimana sebuah game indie yang dikembangkan oleh Unknown Worlds mampu meraih sukses besar sekaligus menimbulkan dinamika bisnis dan hukum yang kompleks di balik layar. Subnautica 2 kini menjadi perhatian utama dalam dunia game, baik dari sisi popularitas maupun kontroversi yang menyertainya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan