Media Kampung – Subnautica 2, game survival yang sangat dinantikan, telah dirilis dalam akses awal. Dalam beberapa jam pertama, saya menemukan bahwa game ini sangat menyenangkan, dengan penekanan pada eksplorasi lautan alien, melihat ikan alien yang aneh, dan membangun basis bawah laut.

Namun, yang menarik perhatian saya adalah narasi ringan yang menjadi sorotan game ini. Saya tidak terlalu tertarik pada cerita dalam game survival, karena saya melihatnya sebagai manifestasi dari fantasi yang sama tentang meninggalkan peradaban dan hidup di alam liar.

Subnautica 2 membawa kita lebih jauh, dengan menghadirkan situasi di mana Anda terdampar di planet alien yang penuh dengan bahaya. AI Anda, NOA, tidak membiarkan Anda mati, karena ia dapat mencetak ulang tubuh Anda setiap kali Anda diserang oleh monster alien.

Game ini juga menawarkan kemampuan untuk membangun peralatan selam, mini-sub, dan habitat bawah laut menggunakan bahan-bahan lokal. Namun, ada kemungkinan bahwa kemanusiaan mungkin lebih baik jika berubah menjadi sesuatu yang lain. Beberapa kolonial yang hilang tampaknya telah berubah menjadi makhluk alien, mungkin karena virus alien yang memanipulasi mereka.

Hal ini membawa kita pada pertanyaan tentang apa yang terjadi jika kelangsungan hidup tidak lagi menjadi pilihan. Apakah kita lebih baik hidup sebagai makhluk alien, ataukah kita harus tetap menjadi manusia? Subnautica 2 membawa kita pada perjalanan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini.

Dengan demikian, game ini menawarkan pengalaman yang unik dan menarik, yang membuat kita bertanya-tanya tentang masa depan kemanusiaan dan apa yang mungkin terjadi jika kita berubah menjadi sesuatu yang lain.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.