Media Kampung – Setelah 25 tahun sejak perilisannya, film fiksi ilmiah Disney yang paling disalahpahami, Atlantis: The Lost Empire, akhirnya mendapat pengakuan yang layak. Film yang dirilis pada 2001 ini sempat dianggap sebagai salah satu titik terendah Disney pasca era Renaisans, namun kini dinilai sebagai karya visioner yang ahead of its time.

Dalam artikel yang diterbitkan oleh Media Kampung, disebutkan bahwa Atlantis: The Lost Empire adalah bagian dari apa yang disebut sebagai era eksperimental Disney. Periode ini sering mendapat kritik pedas, namun film besutan sutradara Gary Trousdale dan Kirk Wise ini justru dianggap sebagai salah satu risiko kreatif yang paling menarik.

Film yang dibintangi suara Michael J. Fox sebagai Milo Thatch ini mengadaptasi gaya visual khas Mike Mignola, kreator Hellboy. Dengan perpaduan animasi 2D dan 3D, Atlantis menawarkan estetika yang berbeda dari film Disney pada umumnya.

Sayangnya, saat dirilis, Atlantis hanya meraih skor 48 persen di Rotten Tomatoes dan dianggap gagal di box office. Kritikus menyebutnya kuno, membosankan, dan tanpa mimpi. Namun, seiring waktu, film ini justru membangun basis penggemar setia yang melihatnya sebagai petualangan pulpy klasik ala 20.000 Leagues Under the Sea.

Salah satu keunggulan Atlantis adalah penokohan yang kuat meski karakter-karakternya bersifat arketipe. Tanpa lagu-lagu musikal, film ini lebih fokus pada pengembangan relasi antarkarakter dan konflik moral saat tim penjelajah mencapai kota Atlantis yang terapung di pusat Bumi.

Kisah Milo yang harus memilih antara mendanai ekspedisinya sendiri atau melindungi bangsa Atlantis dari eksploitasi Komandan Rourke dianggap sebagai kritik kolonialisme yang dibalut balutan fiksi ilmiah. Meski tema ini mirip dengan Pocahontas atau Avatar, Atlantis menyajikannya dengan sentuhan sci-fi yang segar.

Kini, 25 tahun kemudian, pandangan terhadap Atlantis: The Lost Empire mulai berubah. Film ini dianggap sebagai salah satu film Disney yang paling diremehkan pada masanya. Kini, film tersebut dapat disaksikan di platform streaming Disney+.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.