Media Kampung – Hong Kong berhasil melampaui Swiss sebagai pusat transaksi kekayaan lintas batas terbesar di dunia untuk pertama kalinya pada 2024. Data dari Boston Consulting Group (BCG) menunjukkan aset lintas batas di Hong Kong mencapai 2,95 triliun dolar AS atau sekitar Rp51.173 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh aliran dana besar dari China daratan serta kinerja pasar saham yang kuat, termasuk gelombang penawaran saham perdana (IPO) dan lonjakan keuntungan perusahaan teknologi internet. BCG mencatat pertumbuhan rata-rata kekayaan lintas batas Hong Kong mencapai 10,7 persen per tahun pada 2025.

Lebih dari 60 persen aset yang dikelola di Hong Kong berasal dari China daratan, menegaskan peran kota ini sebagai pintu utama China ke pasar keuangan global. Situasi ini juga menandai pergeseran pusat keuangan dunia dari Barat ke Asia, di mana Hong Kong mengambil alih posisi yang selama ini dipegang oleh Swiss.

Sejak puluhan tahun, Swiss dikenal sebagai pusat pengelolaan kekayaan internasional, namun kini pusat gravitasi keuangan mulai bergeser ke Asia seiring meningkatnya pengaruh China dan negara-negara Asia lainnya dalam ekonomi global. BCG memperkirakan kekayaan lintas batas Hong Kong akan terus tumbuh sekitar 9 persen setiap tahun hingga 2030.

Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam peta ekonomi global, di mana kota-kota di Asia tidak hanya menjadi pusat produksi tetapi juga sumber utama aliran modal dunia. Pertumbuhan kelas menengah, investor besar, dan konglomerat di Asia semakin memperkuat posisi kawasan ini sebagai pusat keuangan dunia yang baru.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.