Media Kampung – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengajak pemerintah dan masyarakat untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan fokus pada pengembangan industrialisasi dan hilirisasi. Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran ekonom senior Prof Soemitro Djojohadikoesoemo yang menekankan pentingnya pembangunan industri sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam berbagai kesempatan, DPP GMNI menegaskan bahwa pemulihan ekonomi pascapandemi harus didukung oleh strategi yang tidak hanya mengandalkan sektor primer atau komoditas mentah. Industrialisasi dianggap mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal serta menciptakan lapangan kerja yang luas. GMNI menilai bahwa hal ini sejalan dengan ajaran Prof Soemitro, yang selalu menekankan pentingnya hilirisasi untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.
Soemitro Djojohadikoesoemo dikenal sebagai tokoh ekonomi yang mendorong kebijakan pembangunan industrialisasi di Indonesia sejak era awal kemerdekaan. Dalam konsepnya, industrialisasi bukan hanya soal membangun pabrik, tetapi juga mengembangkan ekosistem industri yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan sektor lain. GMNI menilai bahwa pemikiran tersebut relevan dalam konteks saat ini, di mana Indonesia menghadapi tantangan pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.
DPP GMNI menyampaikan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk mendorong investasi di sektor industri serta mendukung pengembangan hilirisasi produk unggulan daerah. Hal ini diyakini akan memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku dan produk jadi. GMNI juga mengingatkan agar kebijakan ekonomi nasional tetap berorientasi pada penguatan industri dalam negeri.
Selain aspek ekonomi makro, pendekatan industrialisasi dan hilirisasi juga dianggap mampu menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Dengan memperkuat rantai nilai industri, UMKM dapat lebih mudah mengakses pasar dan teknologi, sehingga meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka.
GMNI berkomitmen untuk terus mengawal dan memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah terkait kebijakan industrialisasi yang berpihak pada rakyat dan berkelanjutan. Rujukan terhadap pemikiran Soemitro Djojohadikoesoemo menjadi landasan penting dalam mengembangkan strategi pembangunan ekonomi yang kokoh dan inklusif.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah nyata untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi yang berlandaskan pada kekuatan industri dalam negeri. Dengan fokus pada industrialisasi, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan kapasitas produksinya dan menyiapkan fondasi ekonomi yang lebih kuat di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan