Media Kampung – Bitcoin diprediksi menembus level USD 96.000 setelah data menunjukkan permintaan institusi naik lima kali lipat dibandingkan suplai harian, sementara harga menembus $80.000 pada awal Mei 2026.
Pada 4‑5 Mei 2026, harga BTC berfluktuasi antara $78.000 hingga $80.500, mencatat kenaikan sekitar 20 % dalam 30 hari terakhir dan menandai kenaikan tajam pertama sejak awal tahun.
Data yang dirilis oleh Liputan6.com mengungkapkan bahwa institusi kini membeli Bitcoin setara 500 % dari produksi harian sekitar 450 BTC, sebuah rasio yang secara historis muncul sebelum lonjakan harga signifikan.
Charles Edwards, pendiri Capriole Investments, menegaskan, “Setiap kali angka pembelian institusi mencapai level ini, harga biasanya melonjak dalam minggu berikutnya,” dan menambahkan bahwa rata‑rata kenaikan sebelumnya mencapai 24 % dalam satu bulan, yang dapat mendorong harga ke arah USD 96.000.
Lonjakan ini terjadi di tengah siklus pasokan yang dipengaruhi oleh halving jaringan pada 2024, yang mengurangi hadiah blok menjadi setengahnya, sekaligus didorong oleh peluncuran ETF Bitcoin yang mempermudah akses investor institusional.
Namun, faktor eksternal tetap berperan; ketegangan di Timur Tengah menekan selera risiko, sementara kenaikan harga minyak mentah ke sekitar $150 per barel dapat menurunkan minat pada aset kripto yang biasanya berbanding terbalik dengan komoditas energi.
Di sisi kebijakan moneter, Barclays memperkirakan Federal Reserve tidak akan melakukan pemotongan suku bunga hingga Maret 2027, menegaskan kebijakan “higher‑for‑longer” yang dapat membatasi dorongan tambahan bagi Bitcoin.
Reaksi pasar terlihat dari likuidasi posisi short senilai lebih dari USD 162 juta dalam 24 jam terakhir, dan volume perdagangan naik hampir 95 % menjadi sekitar USD 34 miliar, menandakan aliran likuiditas besar ke arah bullish.
Yashu Gola dari Bitcoin Weekly Outlook menyoroti lima indikator kritis, termasuk tekanan jual pada kontrak berjangka dan aliran dana institusional, yang keduanya menguatkan proyeksi harga ke level tertinggi historis.
Harga Bitcoin pada penutupan terakhir berada di sekitar $79.800, dan para pedagang serta analis terus memantau level $80.000 sebagai zona magnetik sekaligus titik masuk potensial menuju target Bitcoin 96.000 dalam beberapa minggu ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan