Media Kampung – Pasar logam mulia Indonesia mencatat pergerakan signifikan pada Senin 4 Mei 2026, dengan harga emas Antam 1 gram di Pegadaian sebesar Rp2.908.000 dan harga perak Antam naik menjadi Rp47.450 per gram.

Harga perak PT Aneka Tambang (Antam) meningkat Rp150 menjadi Rp47.450, sesuai data logammulia.com, dan batangan 250 gram dijual Rp12.387.500 serta 500 gram Rp23.850.000.

Data perdagangan dunia menunjukkan harga perak naik 0,66% menjadi USD 75,65 per troy ounce, menurut TradingEconomics.com, menguat setelah dua sesi berkelanjutan.

Lonjakan global ini dipengaruhi oleh rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawal kapal melalui Selat Hormuz serta perkembangan perdamaian antara AS dan Iran yang menurunkan ketegangan energi.

Di pasar domestik, emas Antam 0,5 gram dijual Rp1.506.000, sementara UBS 1 gram dicatat Rp2.802.000 dan Galeri24 1 gram Rp2.788.000.

Harga jual emas Antam 2 gram berada di Rp5.754.000, dan buyback-nya tercatat Rp5.225.000, menandakan selisih margin yang masih menguntungkan bagi penjual.

Menurut pernyataan resmi Pegadaian, harga emas Antam turun tipis sebesar Rp1.000 per gram dibandingkan pekan sebelumnya, menandakan tekanan jual ringan di pasar.

Investor domestik memperhatikan bahwa pergerakan harga perak dan emas dipengaruhi oleh kebijakan moneter global, terutama ekspektasi suku bunga tinggi bank sentral Amerika yang dapat menahan arus dana ke logam mulia.

Secara historis, harga perak Antam telah berfluktuasi sejalan dengan harga dunia, namun pada hari ini tercatat peningkatan pertama setelah periode penurunan selama minggu sebelumnya.

Para pedagang menyebutkan bahwa peningkatan harga perak dunia memberi dorongan pada permintaan industri elektronik dan perhiasan, yang pada gilirannya menguatkan harga perak di pasar lokal.

Data resmi dari Antam menegaskan bahwa perak batangan 250 gram dan 500 gram tetap tersedia dengan harga stabil, memberikan pilihan bagi investor ritel yang mengincar diversifikasi aset.

Kondisi geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan di Selat Hormuz, menambah volatilitas energi dan memperkuat persepsi risiko inflasi, faktor yang secara tidak langsung meningkatkan minat pada aset safe‑haven seperti emas dan perak.

Dengan harga emas Antam 1 gram berada di Rp2.908.000 dan perak Antam naik menjadi Rp47.450 per gram, pasar logam mulia Indonesia menutup sesi dengan tren naik pada perak dan sedikit penurunan pada emas, menunggu sinyal selanjutnya dari kebijakan moneter global dan perkembangan diplomatik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.