Media KampungPSM Makassar mengalahkan Bhayangkara FC 2-1 pada Senin 4 Mei 2026 di Stadion B.J. Habibie, Parepare, menambah jarak aman dari zona merah.

Pertandingan dimulai dengan tempo sedang, kedua tim menahan serangan awal sambil menyesuaikan taktik masing‑masing.

Gol pertama tercipta pada menit tambahan pertama babak pertama ketika bek berusia 32 tahun, Dusan Lagator, memanfaatkan peluang dari serangan terorganisir dan menempatkan bola ke sudut gawang lawan.

Dua menit setelah itu, Bhayangkara FC menyamakan kedudukan lewat striker asal Pantai Gading, Henri Doumbia, yang menembak dengan kaki kanan dari dalam kotak penalti.

Skor 1‑1 bertahan hingga jeda, memberi kedua pelatih kesempatan untuk mengatur strategi pada babak kedua.

Memasuki babak kedua, PSM meningkatkan intensitas serangan, menekan lini pertahanan Bhayangkara dan menciptakan peluang berulang.

Pada menit ke‑73, penyerang PSM, Luka Cumic, menerima umpan panjang, mengelak satu bek, kemudian mengeksekusi tembakan keras yang menaklukkan kiper lawan, memberi PSM keunggulan 2‑1.

Sebelum gol penentu, kiper PSM Hilmansyah menunjukkan refleks luar biasa pada menit ke‑68 dengan menepis tendangan bebas keras yang mengancam gawang.

Keunggulan 2‑1 tetap tak tergoyahkan hingga peluit akhir, memastikan kemenangan pertama Bhayangkara FC di bawah asuhan Paul Munster melawan PSM.

Kemenangan ini mengangkat PSM ke 34 poin dari 31 laga, menempatkan mereka tujuh poin di atas zona degradasi yang kini ditempati Persis Solo dengan 27 poin.

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mencatat rekor buruk pertama melawan PSM setelah sembilan pertemuan sebelumnya berakhir positif bagi tim Makassar.

Daftar pemain inti PSM terdiri dari kiper Hilmansyah; bek Mufli Hidayat, Aloisio, Lagator, Victor Luiz; gelandang Resky Fandi (digantikan Akbar Tanjung pada menit 72); serta penyerang Ananda Raehan, Rizky Eka Pratama, dan Alex Tanque (digantikan Luka Cumic pada menit 63).

Bhayangkara menurunkan formasi dengan kiper Aqil Savik; bek Sadiki, Moises, Damjanovic, Fauzi; gelandang Yamamoto, TM Ichsan (diganti Seto pada menit 46); serta striker Doumbia, Privat Mbarga, dan Ginanjar Ramadhani (diganti Dendi Sulistyawan pada menit 46).

PSM saat ini berada di zona menengah atas klasemen, sementara Bhayangkara masih berjuang mempertahankan posisi aman di tengah tabel.

Pertemuan sebelumnya antara kedua tim pada musim ini berakhir imbang, menjadikan pertandingan ini penentu arah persaingan mereka di sisa musim.

Dengan hasil ini, PSM semakin memperkuat peluang lolos ke putaran akhir Liga Super tanpa harus bergantung pada hasil tim lain.

Sementara itu, Bhayangkara harus mengejar poin dalam tiga laga terakhir untuk mengamankan posisi mereka di tengah klasemen.

Pertandingan juga menegaskan peran penting Juku Eja, pelatih PSM, yang berhasil menyiapkan strategi defensif solid dan serangan cepat pada menit-menit krusial.

Kedepannya, PSM akan menghadapi Persis Solo dalam laga penutup pekan ke‑32, yang akan menjadi ujian akhir untuk memastikan kelangsungan mereka di kasta teratas.

Bhayankara FC selanjutnya akan beradu melawan Malut United, pertandingan yang penting untuk menambah poin dan menghindari risiko turun.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.