Media Kampung – Patrick Kluivert, mantan striker Belanda yang pernah melatih Tim Nasional Indonesia, menyatakan bahwa Liga Saudi menjadi peluang istimewa bagi pelatih serta pemain muda, sekaligus menegaskan keinginannya kembali berkontribusi pada timnas Indonesia meski kegagalan lolos Piala Dunia 2026.

Wawancara yang dilakukan oleh portal Koora pada 4 Mei 2026, diterbitkan oleh AFP, menyoroti pandangan Kluivert mengenai tawaran melatih di Saudi Pro League (Roshen). Ia mengungkapkan bahwa pengalaman melatih di Turki bersama Adana Spor pada akhir 2023 menghasilkan hasil positif melawan tim‑tim besar, dan menganggap pencapaian tersebut sebagai bukti kemampuan adaptasinya di luar negeri.

Kluivert menambahkan, “Pengalaman kepelatihan saya sebelumnya sangat luar biasa. Saya pikir Adnan telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam memilih pemain dan susunan tim. Pengalaman di Turki sangat luar biasa; kami meraih hasil yang sangat baik melawan tim‑tims besar, dan itu benar‑benar hal yang unik.” Ia menegaskan bahwa meski tim Indonesia tidak berhasil menembus putaran final Piala Dunia, ia masih berharap dapat memperpanjang masa jabatan sebagai pelatih untuk mengimplementasikan strategi jangka panjang.

Mengenai tawaran Liga Saudi, Kluivert berkata, “Liga Saudi tentu saja merupakan peluang penting dan menarik bagi setiap pelatih. Banyak pemain top yang pergi ke sana. Jika saya mendapat kesempatan melatih di Saudi, saya selalu terbuka untuk mendengarkan tawaran.” Pernyataan ini mencerminkan sikap terbuka terhadap peluang karier di Arab Saudi sekaligus menyoroti daya tarik liga tersebut bagi para profesional sepak bola internasional.

Selain itu, Kluivert membahas prospek anak‑anaknya yang tengah menjalani masa percobaan di klub‑klub Arab Saudi. Ia menjelaskan, “Shane masih muda, usianya 18 tahun, jadi masih agak terlalu dini baginya. Sedangkan Justin dan Robin, mungkin itu bisa menjadi pilihan di masa depan yang dekat. Jika ada kesempatan bagi mereka untuk pergi ke Liga Saudi, tentu saja itu akan menjadi kesempatan yang luar biasa, mengapa tidak?” Ketiga anaknya—Shane (milik Barcelona U‑19), Justin (Bournemouth) dan Robin (Olympique Marseille)—saat ini berada di jalur pengembangan profesional, sementara adik keempatnya, Quincy, belum memiliki klub.

Latar belakang Kluivert meliputi kepelatihan Tim Nasional Curaçao (2015‑2016), asisten pelatih Tim Nasional Belanda (2012‑2014) dan Kamerun (2018‑2019), serta pengalaman di klub Turki. Ia memimpin Timnas Indonesia pada tahun 2025, membawa tim ke babak play‑off kualifikasi Asia sebelum kalah dari Arab Saudi dan Irak, sebuah pencapaian yang menandai kemajuan signifikan bagi skuad Garuda.

Secara keseluruhan, pernyataan Kluivert menegaskan dua hal utama: Liga Saudi dipandang sebagai arena kompetitif yang dapat meningkatkan eksposur pemain dan pelatih, dan meskipun ia terbuka terhadap tawaran baru, komitmennya terhadap perkembangan sepak bola Indonesia tetap menjadi prioritas utama. Kondisi terbaru menunjukkan Kluivert masih dalam proses evaluasi tawaran, sementara timnas Indonesia menyiapkan program pembinaan jangka panjang menjelang fase berikutnya di kualifikasi Piala Dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.