Media Kampung – Riyadh – Pada malam 5 April 2026, pukul 23.30 WIB, Timnas Indonesia U-17 akan menandai debutnya di Grup B Piala Asia U-17 2026 melawan China U-17, dengan siaran langsung RCTI.
Tim yang dipimpin oleh pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menurunkan skuad yang lebih berpengalaman dibandingkan Piala AFF sebelumnya, termasuk tiga pemain diaspora: Mathew Baker (Melbourne City), Mike Rajasa (FC Utrecht), dan Noha Pohan (NAC Breda). Ketiga pemain tersebut pernah berpartisipasi di turnamen dunia U-17 dan diharapkan menjadi tulang punggung pertahanan serta kreativitas di lini tengah.
China U-17 datang dengan keunggulan fisik dan kedalaman skuad yang menakutkan. Dua penyerang andalan mereka, Zhang Bolin dan Zhao Songyuan, dikenal produktif dalam situasi bola mati dan transisi cepat. Media setempat melaporkan bahwa tim China akan menekan sejak menit awal mengandalkan postur tinggi untuk menguasai duel udara.
Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan strategi timnya akan berfokus pada penguasaan bola dan penyerangan terstruktur. Ia berkata, “Semua sepakat untuk introspeksi. Kami sudah evaluasi perbaikan-perbaikan dan mudah-mudahan di sisa waktu yang ada sebelum pertandingan pertama dapat kami manfaatkan untuk berlatih taktikan untuk menghadapi China,” sambil menambahkan bahwa pertandingan uji coba melawan Arab Saudi menunjukkan progres yang baik.
Susunan pemain Indonesia menampilkan kombinasi antara pemain lokal berpengalaman dan diaspora. Di gawang, Noah Leo Duvert (Bali United) dan Abdilla Ishak (Persija) bersaing untuk menjadi starter, sementara lini belakang menampilkan Mathew Baker bersama Putu Ekayana, Farik Rizqi, dan Zidane Raditya. Lini tengah diisi oleh Fardas Farras, Girly Andrade, dan Noha Pohan, sedangkan lini depan mengandalkan Ridho, Ichiro Akbar, dan Sean Rahman.
Pertandingan sebelumnya di Piala AFF U-17 2026 berakhir dengan kegagalan Indonesia lolos semifinal setelah kalah dari Malaysia, sementara Vietnam mengangkat gelar. Evaluasi tersebut mendorong perombakan skuad dan penyesuaian taktik menjelang turnamen Asia, dengan harapan performa lebih serius dan all‑out.
Jika Indonesia berhasil memanfaatkan kelemahan China dalam konsentrasi pada babak kedua serta mengeksekusi umpan terobosan lewat putaran tengah, prediksi skor akhir dapat berakhir imbang 1‑1 atau bahkan kemenangan tipis bagi Garuda Muda. Dengan kontrol ritme permainan dan disiplin defensif, Timnas Indonesia U-17 berupaya mencuri poin penting pada laga perdana ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan