Media KampungJohn Higgins mengekspresikan fury setelah BBC menampilkan bendera Inggris bersamaan dengan namanya pada siaran World Snooker Championship 2022, memicu kemarahan publik dan menambah beban emosional pasca sanksi enam bulan.

Higgins, empat kali juara dunia, pertama kali masuk 16 besar pada 1995 dan tetap berada di sana selama hampir tiga dekade, mengumpulkan 33 gelar peringkat yang menjadikannya figur sentral dalam snooker modern.

Pada tahun 2010, ia terpaksa menerima suspensi enam bulan serta denda £75.000 setelah Tribunal menemukan ia gagal melaporkan pendekatan ilegal meski tidak terbukti terlibat dalam pengaturan hasil.

Kasus tersebut menimbulkan kritik luas, namun Higgins tetap menegaskan bahwa ia tidak pernah, dan tidak akan, memanipulasi pertandingan.

Pada pertandingan melawan Thepchaiya Un-Nooh di Kejuaraan Dunia 2022, BBC secara keliru menempelkan St George’s Cross di samping namanya, mengidentifikasinya sebagai pemain asal Inggris.

Higgins langsung meluapkan rasa marahnya: “England? Am I allowed to swear? God, they better get that changed pronto. That’s poor isn’t it? That’s really poor from the BBC. Very poor,” ia mengungkapkan melalui konferensi pers.

Kesalahan visual itu segera diperbaiki keesokan harinya dengan menampilkan bendera Skotlandia, namun kerusakan reputasi sementara tetap terasa di antara penonton.

Reaksi publik menguatkan posisi Higgins sebagai sosok yang sangat patriotik terhadap identitas Skotlandia, sekaligus menyoroti sensitivitas representasi nasional dalam olahraga internasional.

Sejak insiden itu, Higgins menegaskan komitmennya untuk terus berkompetisi, menyatakan tidak ada rencana pensiun dalam waktu dekat meskipun usianya telah mencapai 50 tahun.

Dia menambah, “I’m committing to playing snooker now and I’m committing to trying to get back here,” menegaskan tekadnya untuk kembali ke panggung utama.

Pernyataan tersebut muncul setelah kekalahan melawan Kyren Wilson di Kejuaraan Dunia 2024, di mana Higgins menolak menganggap pertandingan itu sebagai akhir kariernya.

Dalam wawancara dengan Express Sport, ia menuturkan, “It has been made all the more hurtful by the knowledge that I never have, and never would, fix a snooker match,” menegaskan rasa sakit yang dirasakannya akibat tuduhan tak berdasar.

Latar belakang insiden BBC mencerminkan tantangan media dalam menampilkan data atlet secara akurat, terutama pada turnamen yang disiarkan secara global.

Kejadian ini juga memicu diskusi tentang prosedur verifikasi identitas pemain, mengingat kesalahan serupa dapat memengaruhi persepsi penonton dan reputasi atlet.

Saat ini, Higgins kembali berlatih intensif di pusat pelatihan snooker Inggris, menyiapkan diri untuk musim kompetisi berikutnya dan berharap tidak ada lagi gangguan serupa.

Dengan dukungan rekan setim dan penggemar, ia berharap fokus kembali pada performa di meja hijau, meninggalkan episode fury sebagai pelajaran penting bagi penyiaran olahraga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.