Media Kampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo telah memetakan sebanyak 29 desa di 11 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Sebagai langkah antisipasi, BPBD menyiapkan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan pemetaan dilakukan berdasarkan pengalaman kejadian pada tahun-tahun sebelumnya serta hasil pemantauan di lapangan. Wilayah yang berpotensi kekeringan umumnya berada di daerah perbukitan dan kawasan dengan sumber air terbatas saat musim kemarau.

BPBD telah menyiapkan armada tangki air dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk mempercepat penanganan apabila terjadi krisis air bersih. Masyarakat diminta segera melapor kepada pemerintah desa maupun kecamatan jika mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“BPBD telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk distribusi air bersih ke desa-desa yang membutuhkan. Kami juga terus memantau perkembangan musim kemarau agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Oemar, Minggu (28/6/2026).

Selain mengantisipasi kekeringan, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasanya meningkat pada musim kemarau. Warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan di kawasan yang mudah terbakar.

BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan kesiapsiagaan personel, armada, dan peralatan akan terus ditingkatkan selama musim kemarau berlangsung. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak kekeringan maupun potensi bencana lain yang dipicu cuaca kering terhadap masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.