Media Kampung – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kediri memaksa petani mengeluarkan biaya tambahan untuk pengairan lahan pertanian. Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo, Desa Darungan, Kecamatan Pare, Choirul Huda, mengungkapkan bahwa debit air sungai menurun drastis sehingga petani harus menyewa pompa air untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, terutama jagung.
“Seminggu sekali petani harus melakukan pengairan menggunakan pompa air. Biaya sewa bervariasi, ada yang per jam Rp20.000 dan ada yang per luasan Rp150.000 per 100 ru sawah,” ujar Choirul Huda, Senin (22/6/2026).
Selain masalah pengairan, musim kemarau juga memicu serangan hama tikus pada tanaman jagung. Sebagai langkah antisipasi, petani melakukan penyemprotan anti hama setiap sepuluh hari sekali.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pare, Dispertabun Kabupaten Kediri, Sri Hadiawati, mengatakan bahwa musim kemarau sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian. Pihaknya mengimbau petani untuk menanam komoditas yang tidak banyak membutuhkan air, seperti jagung. “Perkiraan puncak kemarau terjadi pada akhir Juli hingga Agustus tahun ini,” jelasnya.
Terkait kemunculan hama tikus dan penyakit tanaman, Sri Hadiawati menyatakan akan segera berkoordinasi dengan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk meminimalisir dampak sehingga petani tidak mengalami kerugian atau gagal panen.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan