Media Kampung – Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah calon siswa Sekolah Rakyat jenjang SD di Kabupaten Sampang masih belum memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat. Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan menyebutkan bahwa baru sekitar 50 anak yang berhasil dijangkau, dari target sebanyak 90 siswa.

Kendala utama yang dihadapi adalah keraguan sebagian orang tua yang menganggap anak usia sekolah dasar terlalu kecil untuk mengikuti pendidikan berbasis asrama. Padahal, Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan layanan pendidikan, pengasuhan, pembinaan karakter, serta fasilitas lengkap bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Untuk mengatasi hal ini, petugas pendamping sosial bersama Dinas Sosial terus melakukan pendekatan langsung kepada keluarga sasaran. Mereka memberikan pemahaman mengenai manfaat program Sekolah Rakyat secara lebih mendalam.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain, sehingga pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai solusi untuk mempercepat pemenuhan kuota siswa. Yuliadi menegaskan, “Kami terus mendorong penjangkauan agar target terpenuhi dan masyarakat semakin memahami manfaat besar yang ditawarkan Sekolah Rakyat.”

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan sistem asrama yang menjamin kebutuhan dasar dan pembinaan karakter secara intensif. Pemerintah optimistis target akan tercapai seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.