Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan santai terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ia menilai kondisi tersebut tidak begitu berdampak langsung pada masyarakat kecil, khususnya warga yang tinggal di pedesaan.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa meskipun nilai tukar rupiah melemah dan sempat menyentuh angka Rp17.500 per dolar, kondisi ekonomi nasional masih terbilang aman di tengah ketidakpastian global.
Presiden menegaskan, “Rakyat di desa enggak pakai dollar kok,” sebagai jawaban atas kekhawatiran sejumlah pihak mengenai dampak pelemahan rupiah. Pernyataan ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di daerah pedesaan Indonesia tidak langsung merasakan efek fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
Selain itu, Prabowo memaparkan berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga dan mitra strategis internasional. Ia mengungkapkan keberhasilan menyelesaikan sejumlah perjanjian yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan, khususnya dengan Singapura dan Vietnam, serta memperbaiki hubungan dengan Tiongkok.
Hubungan yang semakin baik dengan China, menurut Prabowo, turut memberikan dampak positif terhadap situasi keamanan di wilayah Natuna yang kini lebih kondusif. Pemerintah juga terus menjaga hubungan baik dengan Malaysia, Papua Nugini, Australia, dan Thailand, sebagai bagian dari implementasi politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Prabowo juga menyindir pihak-pihak yang kerap memprediksi Indonesia akan mengalami krisis atau kekacauan. Ia menilai prediksi tersebut tidak berdasar dan bertujuan menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di kalangan masyarakat.
Di akhir pidatonya, Prabowo mengingatkan para pemimpin dan elite bangsa untuk tetap setia pada kepentingan negara dan rakyat. Ia menyoroti adanya oknum elit yang sering mengumbar nasionalisme, namun ketika memperoleh kekuasaan tidak berpihak pada rakyat dan bangsa.
Pernyataan Presiden Prabowo tersebut memberikan gambaran bahwa meskipun rupiah mengalami pelemahan, pemerintah optimistis kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil dan mampu bertahan menghadapi tantangan global. Penegasan bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dolar juga menjadi upaya menenangkan dan memberikan perspektif berbeda terhadap dampak fluktuasi nilai tukar bagi kehidupan sehari-hari di wilayah pedesaan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan