Media Kampung – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta menjadi momentum refleksi bagi seniman Betawi senior, Mandra. Di tengah kemeriahan perayaan ibu kota, Mandra menyuarakan kegelisahannya terkait masa depan budaya Betawi yang semakin tergerus oleh arus budaya asing yang masuk ke Jakarta.
Mandra berharap budaya Betawi tetap menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri dan tidak hanya menjadi kenangan semata. Ia menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya asli Jakarta agar terus berkembang dan dicintai oleh generasi muda. Menurutnya, budaya Betawi adalah identitas masyarakat Jakarta yang harus dipertahankan di tengah modernisasi yang kian pesat.
Seniman yang dikenal luas lewat sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan ini juga mengoreksi salah kaprah terkait penyebutan musik tradisional Betawi yang selama ini dikenal sebagai ‘tanjidor’. Mandra menjelaskan bahwa istilah yang benar adalah ‘tanji’, sedangkan ‘dor’ dalam ‘tanjidor’ berasal dari kata ‘bodoran’ yang berarti lawakan, dan istilah ini mulai populer di era 90-an setelah muncul dalam sinetron yang dibintanginya.
Mandra juga bangga melihat regenerasi seni budaya Betawi yang semakin diminati oleh anak muda. Ia mengapresiasi anak-anak muda yang kini menggeluti seni Betawi dengan kemampuan dan kreativitas yang mumpuni, menjadikan seni tradisional ini tetap hidup dan berkembang di era modern. Meski demikian, Mandra menegaskan bahwa kecintaan terhadap budaya tidak bisa dipaksakan, melainkan harus tumbuh dari kesadaran dan keinginan pribadi setiap individu.
Peran penting budaya Betawi di Jakarta menjadi sorotan khusus pada momentum HUT ke-499 ini, seiring dengan transisi Jakarta menuju pusat ekonomi nasional dan kota global. Mandra dan para pelaku seni berharap budaya lokal tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang di tengah dinamika zaman.
Dengan demikian, perayaan HUT Jakarta tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga keberlanjutan budaya Betawi agar tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas ibu kota.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan