Media Kampung – Program Sinau Basa Jawa edisi Kamis, 11 Juni 2026, mengupas tuntas penggunaan ater-ater ‘A’ lan ‘Ma’ dalam bahasa Jawa. Materi ini disampaikan oleh Rahmad Budi Utomo, Ketua DPW Persatuan Pambiwara Indonesia (PEPARI) Jawa Timur, yang akrab disapa Budi.
Menurut Budi, ater-ater merupakan unsur penting dalam tata bahasa Jawa yang tidak hanya berfungsi membentuk kata, tetapi juga memperindah susunan bahasa, terutama dalam karya sastra dan pedalangan. Ater-ater ‘A’ dan ‘Ma’ banyak ditemukan dalam bahasa Jawa klasik yang digunakan dalam tembang, geguritan, maupun lakon pewayangan.
Penggunaan kedua ater-ater tersebut memberikan nuansa bahasa yang lebih halus dan artistik. Budi menjelaskan, “Ater-ater A lan Ma biasane digunakake kanggo memperindah basa, utamane ing karya sastra lan pedalangan.” Ia menambahkan bahwa keberadaan ater-ater ini menjadi salah satu kekayaan bahasa Jawa yang perlu dipahami dan dilestarikan.
Sebagai contoh, ater-ater ‘A’ dapat digunakan pada kata kerja, seperti dalam kalimat “Bapak asarung batik” yang berarti “Bapak nganggo sarung batik”. Bentuk ini lazim ditemukan dalam bahasa sastra karena memberikan kesan bahasa yang lebih indah dan bernilai artistik. Sementara itu, ater-ater ‘Ma’ dapat ditemukan pada kata bilangan, misalnya kata “mayuta” yang berarti berjuta-juta. Dalam bahasa Jawa sehari-hari, makna tersebut diungkapkan dengan frasa “pirang-pirang yuta”, namun dalam bahasa sastra digunakan bentuk yang lebih ringkas dan estetis.
Dalam dunia pedalangan, penggunaan ater-ater ‘A’ dan ‘Ma’ sering dijumpai pada dialog maupun narasi yang disampaikan dalang. Selain memperkuat makna, bentuk bahasa tersebut membantu menciptakan suasana yang lebih khas dan bernilai sastra tinggi. Melalui materi ini, pendengar diajak untuk lebih mengenal kekayaan tata bahasa Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.
Dengan memahami fungsi dan penggunaan ater-ater ‘A’ lan ‘Ma’, masyarakat diharapkan semakin mampu menjaga serta melestarikan bahasa Jawa sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan