Media Kampung – Masyarakat Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, kembali menggelar tradisi Hajat Bumi atau Hajat Lembur yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan para pendahulu yang membangun desa. Pelaksanaan Hajat Bumi baru-baru ini menunjukkan kuatnya ikatan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat, dengan warga dari berbagai kalangan turut menyaksikan rangkaian kegiatan yang meriah namun sarat makna.

Salah satu prosesi yang menjadi ciri khas dalam Hajat Lembur adalah arak-arakan dongdang berisi hasil bumi. Masyarakat berkeliling sambil membawa beragam hasil pertanian seperti padi, sayuran, buah-buahan, hingga hasil kebun lainnya. Arak-arakan tersebut menggambarkan eratnya hubungan warga dengan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat desa.

Selain prosesi adat, Hajat Lembur juga menjadi ruang berkumpul dan bersilaturahmi bagi masyarakat. Kepala Desa Linggamukti, Toto Iskandar, mengatakan tradisi ini merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi dan berbagai keberkahan. “Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat,” kata Toto belum lama ini.

Pelestarian tradisi ini bertujuan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri dan tetap mengenal nilai-nilai budaya yang tumbuh di lingkungan mereka. “Kami ingin generasi muda mengetahui bahwa tradisi ini bukan hanya seremonial, tetapi memiliki makna tentang kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada para pendahulu yang telah membangun desa ini,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Hajat Lembur juga diisi dengan berbagai hiburan rakyat yang disambut antusias masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan pertunjukan seni yang menjadi bagian dari perayaan tersebut.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, yang turut hadir dalam kegiatan itu menilai Hajat Bumi memiliki nilai penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat. “Hajat Bumi menjadi perekat yang menghimpun seluruh elemen masyarakat, menyatukan mereka dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat,” ujar Om Zein.

Pagelaran Hajat Lembur tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sarana untuk mengingat sejarah dan perjuangan para pendahulu dalam membangun kehidupan masyarakat desa. Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, Hajat Lembur di Desa Linggamukti menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, warga tidak hanya merawat budaya leluhur, tetapi juga menjaga nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.