Media Kampung – Saham GOTO mencatat lonjakan signifikan setelah perusahaan mengumumkan laba bersih pertama pada kuartal terakhir, menandai perubahan arah dari kerugian berkelanjutan. Pergerakan ini menarik perhatian investor yang menantikan level harga berikutnya.
Laporan keuangan menunjukkan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun, naik dari kerugian sebesar Rp1,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu, didorong oleh peningkatan pendapatan e‑commerce dan layanan fintech. Pendapatan total mencapai Rp9,4 triliun, meningkat 27% YoY.
Beberapa analis pasar modal menurunkan target harga saham GOTO menjadi Rp110 per saham, mengacu pada proyeksi pertumbuhan EPS tahunan sebesar 25% selama tiga tahun ke depan. Model diskonto arus kas mengasumsikan margin laba bersih stabil di atas 12%.
Setelah pengumuman laba, harga saham GOTO naik sekitar 3,7% pada sesi perdagangan harian, menembus level resistance psikologis Rp96.000. Volume perdagangan meningkat tiga kali lipat dibandingkan rata‑rata harian minggu sebelumnya.
Dalam wawancara dengan kantor riset, Analis senior BNI Sekuritas, Budi Santoso, menyatakan, “Kinerja laba pertama memberi sinyal bahwa GOTO berhasil mengoptimalkan ekosistem digitalnya, sehingga kami menilai potensi upside masih terbuka lebar.”
Pasar e‑commerce Indonesia secara keseluruhan mencatat pertumbuhan lebih dari 20% pada tahun 2023, didukung oleh adopsi pembayaran digital yang meluas, yang memperkuat fundamental saham GOTO di tengah kompetisi ketat. Sebagai pemain utama, GOTO memperoleh pangsa pasar lebih besar di layanan logistik dan streaming.
Namun, risiko tetap ada, termasuk ketergantungan pada promosi diskon yang dapat menurunkan margin, serta potensi regulasi baru pada layanan fintech yang dapat mempengaruhi pendapatan. Investor disarankan memantau rasio utang terhadap ekuitas yang masih berada di atas 0,8.
Rencana ekspansi GOTO ke pasar Asia Tenggara pada kuartal berikutnya, termasuk peluncuran layanan baru di Vietnam dan Filipina, diharapkan menambah aliran kas jangka panjang. Kalender rilis laporan kuartal kedua dijadwalkan pada akhir Agustus, yang akan menjadi acuan utama penilaian ulang.
Dengan fondasi laba pertama dan target harga Rp110, saham GOTO berada pada posisi yang menarik bagi investor jangka menengah, meski harus memperhitungkan volatilitas pasar. Kondisi terbaru menunjukkan stabilitas harga di atas Rp100 selama dua minggu terakhir.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan