Media Kampung – Penyedia jasa transportasi antarkota, DayTrans, mulai mengoperasikan van listrik Farizon SV sebagai armada baru untuk melayani rute Jakarta-Cilegon dan Jakarta-Semarang. Inovasi ini bertujuan meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang.

Armada Baru dengan Teknologi Modern

Farizon SV yang digunakan oleh DayTrans memiliki keunggulan berupa kabin dengan atap tinggi, memberikan ruang gerak lebih luas bagi penumpang selama perjalanan. Selain itu, akses keluar-masuk ke baris belakang juga dibuat lebih praktis melalui pintu di sisi kiri kendaraan.

Baca juga:

Direktur DayTrans, Yosepha Melani Darmawan, menyatakan bahwa penggunaan armada berbasis listrik ini didorong oleh tiga alasan utama: kenyamanan konsumen, efisiensi biaya operasional, dan keselamatan pengemudi berkat fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Efisiensi Biaya Operasional

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, biaya operasional menggunakan van listrik untuk rute panjang cenderung lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar solar. Namun, untuk rute pendek, biaya operasional hampir sebanding antara armada listrik dan solar.

Harga tiket yang ditawarkan untuk rute Jakarta-Cilegon adalah sekitar Rp 100 ribuan, sedangkan untuk rute Jakarta-Semarang berkisar antara Rp 275 ribu hingga Rp 300 ribu, menjadikannya pilihan yang kompetitif di pasar travel antarkota.

Baca juga:

Dukungan terhadap Program Hemat Energi

Langkah DayTrans ini juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung program hemat energi yang digalakkan pemerintah. Di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak menentu, penggunaan kendaraan listrik menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi ketergantungan pada BBM.

Yosepha menekankan pentingnya membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sebagai upaya transisi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Mempersiapkan Mobilitas Masa Depan

Dengan mengoperasikan delapan unit Farizon SV, DayTrans tidak hanya ingin memberikan pengalaman nyata dalam mengintegrasikan kendaraan listrik ke dalam operasional transportasi, tetapi juga mempersiapkan sumber daya dan infrastruktur untuk menghadapi tren mobilitas masa depan yang lebih bersih dan efisien.

Baca juga:

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan transportasi lain dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan penumpang.