Media Kampung – Manajemen Persija Jakarta mengambil langkah tegas dengan melayangkan somasi terbuka kepada pemilik akun Instagram murizkky terkait tuduhan tidak berdasar mengenai penggunaan dana pinjaman I League yang berasal dari Persib Bandung untuk keperluan belanja pemain Persija.
Tuduhan tersebut muncul dalam unggahan akun murizkky yang mengklaim bahwa PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau I League, melalui Direktur Utamanya Ferry Paulus, meminjam sejumlah dana dari Persib Bandung yang kemudian dialirkan kepada Persija Jakarta. Persija membantah keras tuduhan ini karena dianggap merugikan nama baik klub dan tidak disertai bukti yang sahih.
Tuntutan Persija Jakarta
Dalam pernyataan resminya, Persija meminta klarifikasi terbuka mengenai sumber dan dasar informasi dari pemilik akun murizkky. Berikut tuntutan Persija:
- Klarifikasi yang transparan dan berdasarkan fakta.
- Penghapusan unggahan jika klaim tidak dapat dibuktikan.
- Pernyataan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
Persija menegaskan bahwa penyampaian informasi terkait transaksi keuangan dan badan usaha harus didasarkan pada fakta dan sumber yang jelas.
Batas Waktu dan Ancaman Tindakan Hukum
Persija memberikan waktu 1 x 24 jam sejak somasi disampaikan kepada pemilik akun murizkky untuk memberikan klarifikasi dan bukti atas informasi yang telah dipublikasikan. Jika tidak terpenuhi, Persija siap menempuh jalur hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Latar Belakang dan Pentingnya Klarifikasi
Langkah somasi terbuka ini merupakan bentuk itikad baik Persija untuk meluruskan disinformasi yang beredar di ruang publik dan menjaga reputasi klub serta kepercayaan publik terhadap manajemen Persija. Klub juga menghargai kebebasan berpendapat, namun menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Persija adalah salah satu klub sepak bola besar di Indonesia dengan basis suporter yang luas, The Jakmania. Isu yang menyeret nama Persija dalam dugaan penggunaan dana pinjaman dari klub lain berpotensi menimbulkan kerugian reputasi dan kepercayaan publik, sehingga penanganan yang cepat dan jelas sangat diperlukan.












Tinggalkan Balasan