Media Kampung – PT United Tractors Tbk bersama Komatsu menyatakan kesiapan penuh mengadopsi bahan bakar Biodiesel B50 mulai Juli 2026. Kepastian ini diumumkan bersamaan dengan penerbitan panduan teknis resmi Service Tips nomor STT26048 yang memberikan jaminan garansi bagi seluruh lini alat berat Komatsu yang menggunakan campuran biodiesel sesuai standar SNI 7182.
Penyesuaian Material Komponen Akibat Karakteristik B50
Biodiesel B50 dengan kandungan minyak sawit 50% memiliki karakteristik kimia yang lebih agresif terhadap komponen karet standar. Untuk mengantisipasi pengikisan jangka panjang, Komatsu mewajibkan peningkatan material pada selang bahan bakar dan O-rings dari Nitrile Butadiene Rubber (NBR) menjadi Hydrogenated Nitrile Butadiene Rubber (HNBR) yang lebih tahan terhadap biodiesel pekat.
Komponen pelindung ini masuk dalam kategori perawatan berkala wajib dengan jadwal penggantian setiap 4.000 jam kerja atau maksimal 2 tahun, tergantung mana yang tercapai lebih dulu. Selain itu, penggunaan filter bahan bakar asli sangat ditekankan untuk menyaring partikel pengotor dan mencegah penyumbatan prematur pada sistem pembakaran.
Panduan Transisi dan Penyimpanan Biodiesel B50
Sifat biodiesel yang mudah mengikat air memerlukan pengelolaan logistik bahan bakar yang ketat. Pasokan B50 dalam tangki penyimpanan utama disarankan habis dalam waktu maksimal 6 bulan, sementara bahan bakar di tangki unit alat berat tidak boleh mengendap lebih dari 3 bulan untuk menghindari penurunan kualitas akibat kadar air berlebih yang memicu pertumbuhan mikroba.
Operator diwajibkan menguras air tangki secara harian sebelum operasi dan mengisi penuh tangki setiap kali unit selesai bekerja. Untuk unit yang baru beralih dari solar ke B50, pembersihan deposit tangki harus diikuti dengan penggantian filter bahan bakar di awal pemakaian, lalu percepatan jadwal penggantian filter berikutnya hingga setengah dari interval reguler.
Apabila alat berat akan menganggur selama 3 bulan atau lebih, sistem bahan bakar wajib dikuras dengan menghidupkan mesin menggunakan solar murni selama minimal 30 menit sebelum penyimpanan.
Pengawasan Mutu Pelumas dan Efisiensi Daya
Aspek penting lainnya adalah potensi pengenceran oli mesin akibat rembesan bahan bakar (fuel dilution). Pengguna disarankan melakukan pengambilan sampel oli secara berkala untuk memastikan kandungan bahan bakar di dalam pelumas tidak melebihi ambang batas aman 5% demi menjaga fungsi pelumasan mesin.
Dari sisi performa, B100 memiliki kerapatan energi sekitar 7-10% lebih rendah dibanding solar murni, sehingga akan sedikit memengaruhi output daya mesin. Konsumen perlu mengantisipasi penurunan daya atau penyesuaian konsumsi bahan bakar yang bervariasi.
Jaminan garansi dan panduan operasional B50 ini berlaku eksklusif untuk alat berat dengan mesin asli pabrikan Komatsu atau Cummins. Penggunaan B50 pada unit dengan mesin di luar merek tersebut tidak mendapatkan persetujuan resmi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan