Media KampungLG secara tegas membantah kabar yang menyatakan bahwa mereka berencana menjual bisnis TV kepada perusahaan Tiongkok, Hisense. Berita ini sebelumnya muncul di situs Korea Selatan EBN dan kemudian dihapus setelah muncul penolakan dari LG.

Bisnis TV LG berbeda dengan divisi produksi panel layar seperti LCD dan OLED. Jadi, jika ada penjualan bisnis TV, hal ini tidak akan berdampak langsung pada teknologi WOLED yang digunakan pada monitor gaming PC.

Divisi monitor PC LG berada dalam kelompok yang sama dengan bisnis TV, namun bisnis lain seperti laptop kemungkinan besar tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut. Oleh karena itu, jika benar terjadi, hanya bisnis TV yang terdampak.

Persaingan di pasar panel layar tampak semakin ketat dengan dominasi perusahaan Tiongkok seperti TCL dan Hisense. Pada 2025, TCL menguasai 14% pasar TV, sementara Hisense menguasai 12,5%, bahkan gabungan TCL, Hisense, dan Xiaomi mengalahkan pangsa pasar LG dan Samsung secara keseluruhan.

LG Electronics sendiri dilaporkan mengalami kerugian bersih pada kuartal terakhir 2025, menunjukkan tekanan berat pada bisnis TV mereka. Sementara itu, lebih dari 70% pasar manufaktur panel LCD kini dikuasai oleh Tiongkok, setelah LG menjual pabrik panel LCD terakhirnya ke TCL sekitar setahun lalu.

Ironisnya, TV LCD LG dan Samsung kini menggunakan panel buatan Tiongkok. Namun, LG dan Samsung masih memimpin dalam panel OLED berukuran besar untuk TV dan monitor, berbeda dengan panel OLED kecil untuk smartphone.

Subsidiari TCL, CSOT, berencana memproduksi panel RGB-OLED yang dicetak dengan teknologi inkjet untuk menantang dominasi LG dan Samsung. Persaingan ini diperkirakan akan mendorong harga OLED monitor menjadi lebih terjangkau.

Teknologi OLED terus berkembang dengan cepat. Samsung meluncurkan panel QD-OLED 4K terbaru yang akan diproduksi pada 2026. LG dan Samsung tetap berada di garis depan inovasi OLED, meskipun persaingan harga mungkin menimbulkan tantangan dalam hal inovasi.

Kondisi ini menandai kemungkinan perang display yang tidak hanya berdampak pada industri TV, tapi juga pasar monitor PC, terutama di tengah tren harga chip yang meningkat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.