Media Kampung – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan distribusi solar subsidi. Hal ini menyusul temuan penggunaan banyak barcode untuk penimbunan stok solar subsidi.

Sekretaris Jenderal HIPMI, Anggawira, menyatakan bahwa pengawasan distribusi BBM bersubsidi harus diperkuat agar penyaluran tepat sasaran dan tidak memicu panic buying.

Anggawira juga meminta pemerintah untuk mengoptimalkan distribusi solar subsidi di wilayah rawan antrean untuk menjaga stabilitas pasokan masyarakat. Pengawasan konsumsi industri dan kendaraan pengguna BBM nonsubsidi juga perlu diperketat guna mencegah penyalahgunaan subsidi.

Pengawasan di SPBU perlu diperkuat terutama pada daerah rawan penyalahgunaan distribusi solar subsidi, menurut Anggawira. Ia menilai pengawasan ketat penting dilakukan agar distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

HIPMI mendorong penindakan tegas terhadap penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi guna memberikan efek jera pelaku pelanggaran. Anggawira menilai panic buying merugikan masyarakat kecil serta sektor produktif pengguna solar subsidi untuk kebutuhan usaha harian.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa pemerintah dan regulator berusaha untuk meningkatkan pengawasan distribusi solar subsidi dan mencegah penyalahgunaan. Dengan demikian, diharapkan pasokan solar bersubsidi dapat tetap aman dan tepat sasaran masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.