Media Kampung – Bank Mandiri kembali menggelar Mandiri Lelang Festival 2026, sebuah program lelang agunan berskala nasional yang menargetkan harga kompetitif dan pembiayaan terjangkau. Acara ini dimulai pada 1 Mei 2026 dan berakhir pada 30 Juni 2026, dengan puncak lelang serentak pada 11 Juni 2026.
Festival ini diselenggarakan bersama tiga anak perusahaan, yaitu PT Bank Mandiri Taspen, Mandiri Tunas Finance, dan Mandiri Utama Finance, guna memperluas variasi aset yang dapat diakses publik. Kolaborasi tersebut memungkinkan penawaran aset yang lebih beragam dan layanan keuangan yang lebih terintegrasi.
Lebih dari 3.500 aset dipersiapkan untuk lelang, mencakup 3.340 properti berupa tanah dan bangunan serta 171 unit kendaraan. Total nilai limit lelang properti mencapai sekitar Rp 2,6 triliun, sementara kendaraan memiliki limit sekitar Rp 30,3 miliar.
Harga penawaran ditetapkan hingga 50 persen di bawah nilai pasar, mulai dari Rp 50 juta untuk rumah tinggal hingga aset premium bernilai puluhan miliar rupiah. Diskon signifikan tersebut dirancang untuk menarik minat investor ritel dan memperluas kepemilikan aset produktif.
SVP Retail Collection & Recovery Group Bank Mandiri, Ganjar E. Suganda, menyatakan, “Program ini kami hadirkan untuk membuka akses investasi yang lebih luas dengan skema yang transparan dan kompetitif, sejalan dengan komitmen kami untuk terus melayani sepenuh hati.”
Seluruh proses lelang dilakukan secara daring melalui platform resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di situs lelang.go.id, sehingga peserta dapat mengikuti bidding secara real time dan dapat dipantau publik.
Bank Mandiri berharap inisiatif ini dapat meningkatkan penerimaan negara melalui optimalisasi aset yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara maksimal. Dengan mekanisme lelang yang terbuka, transparansi menjadi faktor utama yang mendukung kepercayaan publik.
Untuk mempermudah pembiayaan, Mandiri menawarkan skema KPR Lelang dengan bunga flat mulai dari 2,66% selama tiga tahun dan tenor hingga 15 tahun. Skema ini memberikan fleksibilitas bagi pembeli properti lelang agar dapat mencicil dengan beban bunga yang terjangkau.
Pendaftar hanya perlu membuat akun di lelang.go.id, mengaktifkan kode, memilih objek agunan, dan menyetor uang jaminan sebagai syarat mengikuti sesi penawaran. Proses tersebut sepenuhnya online, mengurangi kebutuhan kunjungan fisik ke kantor.
Setelah uang jaminan disetorkan, peserta dapat melakukan bidding secara elektronik hingga batas waktu yang ditentukan. Sistem otomatis akan menolak tawaran yang tidak memenuhi syarat minimum dan mengumumkan pemenang secara real time.
Peserta yang tidak berhasil memenangkan lelang akan menerima kembali uang jaminan secara otomatis melalui transfer ke rekening yang terdaftar. Hal ini memastikan kepastian dana bagi semua pihak yang berpartisipasi.
Para pemenang lelang diwajibkan melunasi sisa pembayaran dalam lima hari kerja setelah pengumuman resmi, sesuai ketentuan DJKN. Keterlambatan pembayaran dapat berujung pada pembatalan transaksi dan pengembalian aset kepada peserta lain.
Ganjar menambahkan, “Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses aset berkualitas melalui proses yang transparan dan tepercaya,” menegaskan komitmen Bank Mandiri terhadap inklusivitas finansial.
Mandiri Lelang Festival 2026 merupakan lanjutan dari serangkaian festival lelang yang telah diadakan sejak 2020, dengan tujuan utama memobilisasi aset negara yang belum optimal. Setiap edisi sebelumnya menunjukkan pertumbuhan partisipasi dan nilai penjualan yang signifikan.
Festival kali ini menonjolkan tema “Investasi Cerdas, Kesempatan Emas” untuk menekankan pentingnya keputusan investasi yang berbasis data dan peluang pasar yang menguntungkan. Tema tersebut selaras dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem investasi nasional.
Dengan menampilkan lebih dari tiga ribu properti, program ini diharapkan dapat menurunkan kesenjangan kepemilikan aset antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Akses yang lebih mudah ke properti murah dapat memicu revitalisasi kawasan tertinggal.
Bank Mandiri juga menyediakan layanan konsultasi keuangan gratis bagi peserta yang membutuhkan bantuan dalam memilih aset yang paling sesuai dengan profil risiko. Layanan ini dijalankan oleh tim analis properti dan kendaraan yang berpengalaman.
Data resmi menunjukkan bahwa nilai total lelang tahun ini melebihi target internal Bank Mandiri sebesar 15 persen, menandakan respons positif pasar terhadap penawaran harga kompetitif. Peningkatan ini juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap keamanan transaksi daring.
Penggunaan platform lelang.go.id memungkinkan audit digital yang dapat diakses oleh regulator dan publik, memperkuat akuntabilitas proses. Semua tahapan, mulai dari pendaftaran hingga penyelesaian pembayaran, tercatat dalam log elektronik yang dapat diverifikasi.
Bank Mandiri menegaskan bahwa semua aset yang dilelang telah melewati proses verifikasi fisik dan legalitas yang ketat, sehingga mengurangi risiko sengketa kepemilikan di kemudian hari. Pemeriksaan tersebut melibatkan tim legal internal dan konsultan eksternal yang independen.
Pada tahap akhir, informasi lengkap mengenai daftar aset, tata cara lelang, dan skema pembiayaan dapat diakses di portal resmi Bank Mandiri, lelang.bankmandiri.co.id. Portal tersebut menyediakan foto, deskripsi teknis, dan estimasi nilai pasar masing-masing aset.
Dengan penutupan festival pada 30 Juni 2026, Bank Mandiri berencana mengevaluasi hasil lelang dan menyusun rekomendasi kebijakan untuk edisi selanjutnya. Evaluasi tersebut mencakup analisis partisipasi, kepuasan nasabah, dan dampak fiskal.
Secara keseluruhan, Mandiri Lelang Festival 2026 mencerminkan strategi Bank Mandiri dalam mengoptimalkan aset publik sekaligus memperluas inklusi keuangan melalui produk pembiayaan yang bersaing. Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi institusi keuangan lain dalam menggabungkan teknologi, transparansi, dan kebijakan harga yang adil.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan