Media Kampung – Harga perak Antam pada 2 Mei 2026 tercatat Rp 47.300 per gram, menandakan penurunan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Data resmi Logam Mulia menunjukkan harga sebelumnya berada di Rp 47.900 per gram, sehingga terjadi selisih penurunan Rp 600 dalam satu hari.
Direktur PT Aneka Tambang (Antam), Arthur Gideon, menyatakan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh pergerakan pasar internasional dan koreksi teknikal.
Pasar perak global mengalami tekanan setelah harga dolar AS menguat, sementara permintaan industri pada sektor energi terbarukan melambat.
Di dalam negeri, permintaan perak untuk perhiasan dan elektronik tetap stabil, namun investor ritel menahan pembelian akibat volatilitas harga.
Penurunan harga memberi sinyal bagi investor yang ingin menambah posisi perak dengan biaya lebih rendah, namun tetap perlu memperhitungkan risiko likuiditas.
Antam menawarkan tiga produk utama: koin perak (Silver Coin), batangan standar (Silver Bar) dan sertifikat perak digital (Silver Digital Certificate).
Koin perak berukuran 1 gram hingga 100 gram, cocok untuk kolektor; batangan tersedia dalam ukuran 10 gram, 100 gram, dan 1 kilogram untuk investor institusional; sertifikat digital memberikan kepemilikan elektronik yang dapat diperdagangkan secara online.
Menurut analis pasar modal, Budi Santoso dari PT Finansial Maju, penurunan harga dapat menjadi peluang akumulasi asalkan didukung oleh analisis fundamental yang kuat.
Sejarah harga perak menunjukkan siklus naik turun setiap 3-5 tahun, dengan kenaikan tajam pada tahun 2022 dan penurunan bertahap sejak 2023.
Jika dibandingkan dengan emas, selisih harga perak tetap lebih volatil, sementara emas tetap berada di atas US$4.500 per ons pada pertengahan April 2026.
Proyeksi jangka menengah menyarankan bahwa harga perak dapat kembali naik bila permintaan panel surya dan teknologi medis meningkat.
Volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada hari tersebut mencatat peningkatan transaksi produk perak Antam sebesar 12 persen dibandingkan rata-rata mingguan.
Dengan harga saat ini, investor disarankan memantau perkembangan kebijakan moneter dan data industri untuk menilai kapan waktu masuk atau keluar pasar perak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan