Media KampungFC Andorra mengajukan komplain resmi terhadap keputusan wasit setelah pertandingan melawan Albacete, menuntut klarifikasi atas apa yang mereka sebut sebagai kesalahan arbitrase yang mengubah hasil kompetisi.

Pertandingan tersebut berlangsung pada 30 April 2024 di Stadion Municipal d’Andorra dan berakhir dengan hasil yang tidak menguntungkan bagi FC Andorra. Menurut laporan pertandingan, beberapa keputusan penting—termasuk penalti yang tidak diberikan dan kartu kuning yang dipertanyakan—menimbulkan protes dari pemain dan staf teknis.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Senin, juru bicara Departemen Komunikasi FC Andorra menyatakan, “Kami tidak menerima keputusan tersebut karena melanggar prinsip keadilan dan transparansi dalam kompetisi. Kami menuntut peninjauan kembali keputusan arbitrase secara menyeluruh.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa klub akan menggunakan semua jalur hukum yang tersedia untuk melindungi haknya.

FC Andorra, yang dimiliki oleh mantan pemain Barcelona Gerard Piqué, baru-baru ini menjadi sorotan internasional setelah FIFA mengumumkan sanksi historis yang dapat menjatuhkan larangan bermain selama dua tahun kepada klub tersebut. Meskipun sanksi tersebut belum final, situasi ini menambah tekanan pada manajemen klub untuk menjaga integritas kompetisi domestik.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) merespons komplain FC Andorra dengan menyatakan bahwa mereka akan melakukan evaluasi independen terhadap laporan wasit. Sebuah juru bicara RFEF menegaskan, “Kami berkomitmen untuk menegakkan standar tinggi dalam pengambilan keputusan di lapangan dan akan memberikan respons resmi dalam waktu 10 hari kerja.” Proses ini diharapkan dapat mengurangi ketegangan antara klub dan otoritas liga.

Sementara itu, FC Andorra menunggu keputusan akhir dari RFEF. Klub tersebut menegaskan bahwa mereka akan terus memperjuangkan haknya demi memastikan kompetisi berjalan adil bagi semua tim. Jika keputusan tidak memuaskan, FC Andorra berencana mengajukan banding ke Komite Disiplin UEFA untuk meninjau kembali tindakan yang diambil.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.