Media Kampung – Pertandingan derby Derbi Sumatera antara Persiraja Banda Aceh dan PSMS Medan berakhir imbang 1-1 setelah dua seri penalti berurutan.
Keputusan VAR yang menampilkan dua penalti sekaligus memicu kebingungan di pihak pelatih Persiraja.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, pelatih Persiraja, Abdul Gani, menyatakan bahwa keputusan tersebut terasa tidak konsisten dengan peraturan yang berlaku.
Ia menambahkan, "Kami tidak mengerti mengapa VAR memberikan dua peluang penalti dalam waktu singkat tanpa adanya pelanggaran jelas di area lawan."
Pertandingan berlangsung di Stadion Dimurthala, Aceh, pada 29 April 2024, dalam rangka Putaran Kedua Liga 2 Grup C.
Kedua tim sama-sama menempati posisi menengah klasemen, menjadikan poin dari derby ini sangat penting untuk melanjutkan fase grup.
Gol pertama tercipta melalui serangan balik cepat PSMS Medan pada menit ke-23, namun tidak berhasil mengubah hasil akhir karena balasan Persiraja pada menit ke-45.
Pada menit ke-68, VAR memerintahkan penalti pertama atas dugaan handball pemain PSMS, yang kemudian dieksekusi oleh striker Omid‑Connor.
Omid‑Connor mengeksekusi penalti dengan tegas, namun tembakan tersebut berhasil ditangkapi kiper Persiraja, Dedi.
Tidak lama setelahnya, pada menit ke-71, VAR kembali memutuskan penalti kedua, kali ini atas pelanggaran di dalam kotak penalti Persiraja.
Pemain Persiraja, Rizky, mengeksekusi penalti dengan tembakan keras, namun bola memantul di tiang gawang dan tidak masuk.
Keputusan beruntun ini menimbulkan keributan kecil di antara pemain, hampir memicu adu jotos yang berhasil diredam oleh aparat keamanan yang berpatroli di lapangan.
Aparat berseragam lengkap dan bersenjata mengawasi jalannya pertandingan sejak awal, memastikan keamanan para pemain dan suporter.
Suporter Persiraja yang hadir dalam jumlah besar menyuarakan protes lewat yel-yel dan bendera, menuntut keadilan dari dewan pertandingan.
Sementara suporter PSMS tetap bersikap tenang, menunggu hasil akhir yang masih dapat berubah karena keputusan VAR yang masih dipertanyakan.
Direktur Persiraja, Yusuf Basri, menyatakan bahwa klub akan mengajukan banding resmi kepada PSSI terkait keputusan penalti berurutan.
Ia menambahkan, "Kami berharap proses banding dapat dipercepat agar tidak mengganggu kelangsungan kompetisi selanjutnya."
PSSI melalui pernyataan resmi menegaskan bahwa keputusan VAR bersifat final, namun tetap membuka ruang dialog dengan klub terkait prosedur peninjauan.
Dengan hasil imbang 1-1, Persiraja dan PSMS masing‑masing mengumpulkan satu poin, menempatkan Persiraja pada urutan ketiga grup dengan 7 poin.
Kedepannya, Persiraja akan berhadapan dengan Persik Kediri pada tanggal 6 Mei 2024, sementara PSMS dijadwalkan melawan Persiba Balikpapan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan