Media Kampung – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tengah melakukan penelusuran terkait dugaan keterlibatan dua alumninya dalam kasus pemalsuan riset yang mencuat pada konferensi internasional ISPPD Denmark 2026. Kasus ini mengundang perhatian setelah nama dua alumni, Rifaldy Fajar dan Prihantini, disebut-sebut dalam informasi yang beredar luas di masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto, membenarkan bahwa kedua nama tersebut tercatat sebagai lulusan resmi kampus. Rifaldy merupakan alumni jurusan Matematika angkatan 2014, sementara Prihantini lulus dari jurusan yang sama pada tahun 2015. Namun, pihak universitas masih melakukan verifikasi apakah kedua individu tersebut benar yang dimaksud dalam kasus ini atau bukan.
Upaya menghubungi Rifaldy mengalami kendala karena nomor teleponnya telah diganti sejak lama. Sementara itu, komunikasi dengan Prihantini berhasil dilakukan melalui aplikasi pesan singkat. Dalam percakapan tersebut, Prihantini menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di media sosial dan berjanji memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman yang tersebar tanpa konfirmasi terlebih dahulu ke pihak universitas.
Meski demikian, pihak UNY masih mempertanyakan keaslian nomor yang digunakan Prihantini dalam komunikasi tersebut. Selain itu, Nur Hidayanto menegaskan bahwa Rifaldy dan Prihantini tidak tercatat sebagai dosen maupun peneliti aktif di UNY dan membantah keberadaan Jurusan Bedah Transplantasi Hati maupun Laboratorium Biologi yang disebut-sebut dalam pemberitaan terkait riset tersebut.
“Tidak ada jurusan maupun departemen dengan nama tersebut di lingkungan UNY,” tegas Nur Hidayanto. Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi resmi universitas terhadap informasi yang beredar sebelumnya, sekaligus mengingatkan seluruh alumni agar selalu menjaga integritas dan nama baik institusi di mana pun mereka berada.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga tengah mengusut dugaan pelanggaran integritas akademik yang melibatkan warga negara Indonesia dalam konferensi ISPPD 2026. Menteri Brian Yuliarto menyatakan bahwa investigasi dilakukan secara menyeluruh dengan koordinasi antar lembaga terkait untuk mendalami fakta dan afiliasi institusi pendidikan secara nasional.
“Kita harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk klarifikasi berdasarkan verifikasi bukti akademik yang resmi,” ujar Menteri Brian. Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap fakta yang sebenarnya sekaligus menjaga reputasi dunia akademik Indonesia di kancah internasional.
Hingga saat ini, UNY bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus memantau perkembangan kasus dan berkomitmen untuk menindaklanjuti temuan dengan prosedur yang transparan dan objektif. Langkah ini penting agar integritas akademik tetap terjaga dan nama baik lembaga pendidikan tetap terlindungi dari isu negatif.
Kasus ini menjadi peringatan bagi institusi pendidikan dan alumni untuk selalu menjaga kejujuran dalam bidang akademik, mengingat dampak yang luas dari pelanggaran integritas terhadap reputasi institusi maupun individu yang terlibat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




