Media Kampung – Penerbit game Mixtape membantah kabar yang menyebutkan bahwa game tersebut akan dihapus dari toko digital akibat masalah lisensi musik. Mereka menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar dan Mixtape akan tetap tersedia dalam jangka panjang.
Mixtape, sebuah game petualangan naratif yang dirilis awal bulan ini, memiliki soundtrack yang terdiri dari lebih dua puluh lagu berlisensi, termasuk hits dari Iggy Pop dan DEVO. Isu penghapusan game karena lisensi musik yang berakhir sering terjadi pada game dengan konten berlisensi, seperti yang dialami oleh Star Trek: Resurgence dan sejumlah game Disney.
Johnny Galvatron, direktur kreatif pengembang Beethoven and Dinosaur, menyatakan dalam wawancara bahwa mereka mengeluarkan dana tambahan untuk memastikan lisensi musik Mixtape dapat dipertahankan secara permanen. Pernyataan ini kemudian diperkuat oleh penerbit Annapurna melalui unggahan di platform X, yang menegaskan bahwa rumor Mixtape akan dihapus karena lisensi musik adalah tidak benar.
Meski begitu, penerbit menyadari bahwa game bisa saja dihapus dari toko digital karena alasan lain, namun untuk masalah lisensi musik, Mixtape telah diantisipasi dengan baik. Ini menjadi langkah penting mengingat banyak game lain yang kehilangan akses karena lisensi yang tidak diperbarui.
Respons ini muncul di tengah kekhawatiran komunitas pemain dan pengamat game yang mengikuti bagaimana Mixtape menjadi topik perdebatan budaya dan opini sejak peluncurannya. Seorang penulis dari PC Gamer memberikan skor 74% terhadap game ini, menggambarkannya sebagai karya yang indah dan mengharukan, meskipun ada keraguan soal keterlibatan pemain dalam ceritanya.
Keputusan untuk mengamankan lisensi musik secara permanen menjadi contoh penting dalam menjaga kelangsungan game digital yang mengandalkan konten berlisensi. Dengan demikian, penggemar Mixtape tidak perlu khawatir game favoritnya akan hilang dari peredaran karena lisensi musik yang habis masa berlakunya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan