Media Kampung – 17 April 2026 | Polisi Metro Jaya mengungkap jaringan pengoplosan gas elpiji subsidi 3 kilogram menjadi tabung non‑subsidi berkapasitas 12 hingga 50 kilogram, menimbulkan kerugian negara hingga Rp 2,7 miliar.

Penggerebekan dilakukan pada 16 April 2026 di lima wilayah, yakni Jakarta Barat, Jakarta Timur, Bekasi Kota, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Kota.

Tim penyidik menyasar gudang dan toko yang dipakai sebagai titik suntikan gas, memanfaatkan pipa dan alat suntik hasil modifikasi.

Menurut Kombes Victor Dean Mackbon, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, “Gas elpiji 3 kilogram dipindahkan ke tabung kosong ukuran 12 kilogram non‑subsidi yang kemudian didinginkan dengan es batu sebelum disuntikkan ke tabung jualan subsidi.”

Modus ini memungkinkan pelaku menjual kembali gas bersubsidi dengan harga pasar, sehingga memperoleh margin keuntungan besar.

Dari enam lokasi yang terdeteksi, omzet terbesar tercatat di Jakarta Barat dengan nilai sekitar Rp 793 juta, diikuti Jakarta Timur mencapai Rp 1,3 miliar.

Lokasi lain menghasilkan Rp 495 juta di Kabupaten Tangerang, Rp 50 juta di Bekasi Kota, Rp 50,8 juta di Tangerang Kota, dan Rp 9 juta di Tangerang Kota.

Total perkiraan keuntungan seluruh jaringan diperkirakan mencapai Rp 2,7 miliar, sebagaimana dikutip oleh Kombes Mackbon.

Kasus ini menambah deretan praktik ilegal di sektor energi, mengingat gas elpiji merupakan kebutuhan rumah tangga yang sangat penting.

Sementara itu, konsumen motor di berbagai kota mengeluhkan gas motor yang terasa berat, delay, dan tidak responsif.

Kendala tersebut sering kali disebabkan oleh penyumbatan filter udara, kotoran pada throttle body atau injektor, serta masalah pada karburator.

Filter udara yang kotor menghambat aliran udara, mengakibatkan campuran bahan bakar menjadi terlalu kaya dan menurunkan performa mesin.

Throttle body atau injektor yang terkontaminasi tidak dapat menyemprotkan bahan bakar secara halus, sehingga pembakaran menjadi tidak optimal.

Pada motor karburator, skep atau jarum karburator yang tidak bergerak lancar dapat mengurangi suplai bahan bakar ke ruang bakar.

Pemeriksaan rutin dan pembersihan komponen tersebut dapat mencegah penurunan respons gas motor secara signifikan.

Selain itu, tekanan bahan bakar yang tidak stabil, pompa bensin lemah, atau sensor oksigen yang rusak dapat menambah beban kerja mesin.

Kebiasaan mengisi bahan bakar dengan kualitas rendah atau campuran bahan bakar yang tidak tepat juga memperparah gejala gas motor tidak responsif.

Para ahli otomotif menyarankan penggunaan bahan bakar sesuai standar, serta melakukan servis berkala setiap 5.000 kilometer.

Kombinasi antara tindakan penegakan hukum terhadap oplosan gas elpiji dan edukasi konsumen tentang perawatan kendaraan diharapkan menurunkan kerugian ekonomi.

Pihak kepolisian akan melanjutkan penyidikan untuk mengidentifikasi jaringan distribusi lebih luas dan menuntut semua pelaku sesuai undang‑undang.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan komitmen meningkatkan pengawasan rantai pasok gas elpiji.

Hingga kini, tidak ada laporan tambahan mengenai kasus serupa, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap harga gas yang terlalu murah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.