Media Kampung – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo pada 1 Mei 2026, menewaskan seorang pelajar SMP berusia 15 tahun.

Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian, kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika motor Yamaha Xeon yang dikendarai korban menabrak sebuah kendaraan tak dikenal yang sedang berhenti dan menyalakan lampu sein.

Motor tersebut kemudian terlempar ke jalur berlawanan dan menabrak mobil Suzuki Escudo yang melaju dari arah timur ke barat, mengakibatkan motor masuk ke kolong mobil.

Dalam proses tabrakan, korban AYP mengalami luka pada kepala dan perut, serta terlempar sejauh lima meter dari titik tumbukan.

Saksi mata melihat motor meluncur cepat, menabrak kendaraan tak dikenal, kemudian terjatuh dan menabrak Escudo secara bersamaan.

Pengemudi Escudo, Sulistiyono (41), tidak mengalami luka, namun menyatakan terkejut melihat motor masuk ke bawah mobilnya.

Korban yang tengah membonceng temannya, AABS (15), mengalami luka ringan pada lutut kanan, jari tengah, dan kepala belakang yang harus dijahit.

Keduanya dilarikan ke RS Universitas Sebelas Maret dengan ambulans milik Pemda.

Setelah pemeriksaan medis, AYP dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit karena cedera kepala yang berat.

AABS masih berada dalam perawatan intensif, kondisi stabil namun memerlukan observasi lanjutan.

Polisi masih menyelidiki identitas kendaraan tak dikenal yang menjadi pemicu utama kecelakaan.

Beberapa saksi melaporkan bahwa kendaraan tak dikenal berhenti tiba‑tiba di persimpangan tanpa memberi isyarat yang jelas.

Saat itu, jalan diperkirakan padat karena aktivitas pulang sekolah, meningkatkan risiko kecelakaan.

Kanal resmi Satlantas Polres Sukoharjo menyatakan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah kurangnya konsentrasi pengendara motor dan perilaku overtaking yang berbahaya.

Ardian menambahkan, pengendara motor tampak berusaha mengejar kendaraan tak dikenal dari belakang sebelum menabraknya.

Penggunaan helm pada korban diketahui lengkap, namun tidak dapat mencegah dampak fatal akibat kecepatan tinggi.

Polisi mengingatkan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, terutama pada titik persimpangan yang rawan.

Kasus ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas di wilayah Kartasura yang menuntut penegakan hukum lebih ketat.

Warga sekitar menuntut pihak berwenang meningkatkan pemasangan rambu peringatan dan lampu lalu lintas di area tersebut.

Selain itu, masyarakat berharap adanya sosialisasi keselamatan berkendara bagi remaja pelajar.

Pihak kepolisian telah menyiapkan laporan resmi dan akan mengirimkan temuan kepada Kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya.

Pengemudi Escudo memberikan keterangan bahwa ia tidak melihat motor sebelum menabrak, karena motor muncul tiba‑tiba di depannya.

Beberapa warga melaporkan suara keras dan pecahan kaca yang berhamburan saat motor menabrak mobil.

Korban AYP dikenal sebagai siswa yang aktif di sekolah, menambah kepedihan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Keluarga korban mengungkapkan duka mendalam dan meminta keadilan atas kelalaian yang menyebabkan tragedi ini.

Para saksi menegaskan bahwa tidak ada kendaraan lain yang terlibat selain motor, mobil, dan kendaraan tak dikenal.

Polisi masih mengumpulkan rekaman CCTV dari sekitar lokasi untuk memperkuat bukti.

Penggunaan speedometer pada motor tidak terdeteksi, namun dugaan kecepatan tinggi menjadi faktor utama.

Ardian menutup pernyataan dengan menekankan perlunya edukasi keselamatan jalan bagi generasi muda.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pengendara untuk menghindari manuver berbahaya di jalan publik.

Seluruh pihak terkait diharapkan berkoordinasi untuk meningkatkan infrastruktur dan penegakan aturan lalu lintas.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan, dan hasil akhir akan diumumkan dalam waktu mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.