BANYUWANGI — Pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi memberikan klarifikasi terkait insiden tertahannya sejumlah wartawan di luar area lapas saat kegiatan konferensi pers penggagalan penyelundupan narkotika jenis sabu yang diduga dilakukan oleh seorang pengunjung.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Admin Kamtib), M. Khoirul Anam, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat miskomunikasi di tengah situasi yang berlangsung cepat dan padat.
“Ini murni miss komunikasi. Situasi saat itu berjalan cepat dan cukup sibuk, sehingga kami tidak mengetahui jika masih ada rekan-rekan wartawan yang berada di luar,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Anam menambahkan, pada waktu yang bersamaan dirinya juga tengah menjalankan tugas internal sebagai mentor dalam kegiatan pengembangan dan inovasi bagi petugas lapas. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi koordinasi di lapangan yang belum berjalan optimal.
Akibatnya, akses bagi sejumlah wartawan yang hendak meliput kegiatan press release mengalami keterlambatan. Meski demikian, pihak lapas menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.
Ke depan, pihak lapas berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi serta komunikasi dengan insan pers guna memastikan keterbukaan informasi berjalan lebih baik.
Lapas Banyuwangi juga berharap hubungan kemitraan dengan wartawan tetap terjaga dan semakin solid, terutama dalam mendukung penyampaian informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan