Media Kampung – Chicago Transit Authority (CTA) secara resmi menghentikan kontrak dengan Monterrey Security Consultants pada 20 April 2026, menandai peralihan besar dari pengamanan bersenjata tak bersenjata ke peningkatan kehadiran polisi, tim K-9, dan unit respons krisis.
Keputusan itu memerintahkan Monterrey untuk menghentikan semua penugasan penjaga tak bersenjata di stasiun dan kereta, memengaruhi sekitar 250 pegawai penuh waktu serta subkontraktor yang terlibat.
Dalam surat resmi yang ditandatangani oleh wakil presiden keamanan CTA, Kevin Ryan, disebutkan, “Dana yang dialokasikan untuk kontrak penjaga swasta telah habis,” dan kontrak dapat dibatalkan sesuai klausul yang berlaku.
Ryan menegaskan bahwa dana yang sebelumnya dialokasikan untuk Monterrey akan dialihkan ke petugas berseragam, anjing pelacak, dan profesional respons krisis sebagai bagian dari program perbaikan keamanan yang lebih luas.
Monterrey Security mengaku menerima pemberitahuan pada Jumat malam dan menyebut keputusan tersebut “menghancurkan” operasi perusahaan serta menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan 250 pegawai yang mayoritas merupakan anggota SEIU Local 1.
Perjanjian awal antara CTA dan Monterrey dimulai pada 2022 setelah otoritas mengesahkan ordinansi yang memungkinkan hingga US$71 juta untuk layanan penjaga tak bersenjata.
Pada 2024, CTA menandatangani tambahan anggaran US$26 juta untuk memperluas penempatan penjaga pada jalur malam, stasiun tak berawak, dan patroli tambahan.
Penutupan kontrak ini terjadi setelah tekanan federal, di mana Federal Transit Administration mengancam menahan hingga US$50 juta kecuali CTA menyajikan rencana keamanan yang lebih kuat, berdasarkan surat peringatan Desember lalu.
Rencana “security surge” yang kini dijalankan CTA memperkirakan peningkatan jam patroli polisi sebesar 75 persen, menambah unit K-9 dan tim respons krisis di seluruh jaringan transportasi.
Catatan pembayaran kota menunjukkan bahwa CTA masih membayar Monterrey hingga 28 Januari 2026 dengan voucher sebesar US$58,674.34, menandakan pemutusan kontrak terjadi secara tiba-tiba.
Serikat pekerja menuntut penjelasan mengenai pemutusan kerja, penempatan kembali, serta manfaat bagi para penjaga yang terdampak, sementara CTA berkomitmen menyiapkan proses penutupan yang teratur.
Pada tahap awal, penumpang CTA akan melihat peningkatan kehadiran petugas berseragam dan anjing pelacak di stasiun dan kereta, sementara otoritas transit terus mengevaluasi keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan keamanan non-polisi jangka panjang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan