Media Kampung – Seorang penumpang KMP Samudera Utama terjatuh ke Selat Bali pada Senin pagi setelah mengalami pusing saat bersandar di sisi kapal, menimbulkan aksi penyelamatan oleh kapal tetangga.

Insiden terjadi sekitar pukul 08.00 WIB setelah KMP Samudera Utama berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk, Banyuwangi, menuju Jawa. Kapal melaju di perairan Selat Bali yang dikenal cukup ramai.

Korban bernama Arfianto, 34 tahun, warga Kabupaten Lumajang, berada di atas dek luar kapal pada sisi kanan buritan. Ia menempati kursi yang berada di dekat reling luar.

Korsatpel BPTD Ketapang Bayu Kusumo Nugroho menjelaskan bahwa Arfianto melaporkan rasa pusing sebelum ia kehilangan keseimbangan. Menurutnya, kondisi kesehatan penumpang tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit berat sebelumnya.

Petugas menegaskan bahwa pusing tersebut menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan, bukan tindakan disengaja atau kelalaian prosedur keamanan kapal. Bayu Kusumo menambahkan, tidak ada faktor eksternal yang memicu kejadian.

Setelah korban terjatuh, kru KMP Trisna Dwitya, yang berada di jalur yang sama, segera meluncurkan bantuan. Kru kapal melemparkan pelampung yang diikat dengan tali kepada Arfianto yang masih terapung.

Arfianto berhasil memegang pelampung dan kemudian ditarik kembali ke atas dengan bantuan tali pengikat. Proses penyelamatan berlangsung cepat, mengurangi risiko hipotermia di perairan yang relatif dingin.

Korsatpel menegaskan tidak ada unsur kesengajaan penumpang dalam insiden ini, sekaligus menyoroti pentingnya kewaspadaan penumpang saat berada di dek luar. Penumpang diingatkan untuk selalu memegang pegangan yang aman.

Sesampainya di dek, Arfianto menerima pertolongan pertama di ruang medis kapal. Tim medis melakukan pemeriksaan singkat, memastikan tidak ada luka serius atau komplikasi akibat terjatuh.

Setelah penanganan awal, korban dibawa ke daratan menggunakan perahu kecil dan selanjutnya dipindahkan ke fasilitas kesehatan terdekat di Banyuwangi. Ia dinyatakan dalam kondisi stabil dan dapat melanjutkan perjalanan setelah istirahat.

Insiden ini mengingatkan kembali pentingnya prosedur keselamatan pada kapal penumpang, khususnya di area dek luar yang sering menjadi tempat bersantai. Otoritas pelayaran setempat berencana meningkatkan sosialisasi tentang penggunaan reling dan prosedur darurat bagi semua penumpang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.