Media Kampung – Dekan Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unisia) menyatakan adanya kebangkitan spiritualitas dan agama di era modern, terutama di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Rapat Umum Fakultas Islam Nusantara yang berlangsung pada 18 April 2026 di kampus Unisia, Banyuwangi.

“Kami melihat tanda‑tanda kebangkitan spiritualitas yang signifikan di kalangan mahasiswa,” ujar Dekan Prof. Dr. H. Ahmad Saifullah, M.Ag.

Saifullah menambahkan, peran Aswaja (Ahlussunnah Wal Jamaah) semakin kuat, terbukti dengan pertumbuhan organisasi keagamaan yang berafiliasi dengan Aswaja mencapai 15% secara nasional.

Data Kementerian Agama juga mencatat peningkatan partisipasi ibadah Jumat di wilayah Jawa Timur sebesar 8% pada triwulan pertama 2026.

Di samping itu, Dekan menyoroti kebangkitan minat terhadap nilai-nilai Confucianisme di China, yang menurut laporan Universitas Beijing, meningkat 12% dalam tiga tahun terakhir.

Ia menilai, fenomena lintas budaya tersebut menandakan adanya dialog spiritual yang lebih luas antara tradisi Islam di Indonesia dan tradisi etika Timur di China.

Saifullah menegaskan bahwa Fakultas Islam Nusantara akan memperkuat kurikulum dengan mata kuliah inter‑religius dan studi perbandingan agama untuk menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi pada kedamaian sosial.

Universitas Unisia juga merencanakan peluncuran program beasiswa khusus bagi mahasiswa yang meneliti hubungan antara Aswaja dan nilai-nilai Konfusianisme.

Program tersebut dijadwalkan dimulai pada semester depan, dengan target penerima beasiswa sebanyak 30 mahasiswa dari lima provinsi.

Pihak universitas berharap inisiatif ini dapat memperkuat jaringan akademik internasional dan meningkatkan pemahaman bersama antar‑umat beragama.

Sejauh ini, respons mahasiswa dan dosen terhadap rencana tersebut tergolong positif, dengan lebih dari 70% responden menyatakan dukungan penuh.

Ke depan, Fakultas Islam Nusantara Unisia berkomitmen terus memantau dinamika kebangkitan spiritualitas, sekaligus mengintegrasikan temuan tersebut ke dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.