Media Kampung – Pemakaman korban helikopter PK-CFX di Klaten berlangsung dengan suasana haru, menandai perpisahan terakhir bagi keluarga yang ditinggalkan.
Helikopter PK-CFX jatuh di wilayah Kalimantan Barat pada 15 April 2026, menewaskan enam orang termasuk seorang warga Klaten.
Identitas jenazah yang berhasil dipulihkan menunjukkan bahwa salah satu korban bernama Joko Catur Prasetyo Sulistyo Wibowo, berusia 44 tahun.
Setelah proses identifikasi, jenazah Joko dibawa dengan pesawat militer ke Yogyakarta, kemudian dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju kampung halamannya.
Upacara pemakaman dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026, di pemakaman umum Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, tepat pada pukul 10.00 WIB.
Acara dihadiri oleh keluarga dekat, tetangga, serta sejumlah warga yang menunggu dengan khidmat di area pemakaman.
Salah satu anak Joko, yang masih duduk di bangku sekolah, berdiri di depan makam dan mengumandangkan adzan sebagai tanda penghormatan terakhir.
\”Kami berdoa agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga kuat menjalani cobaan ini,\” ujar istri Joko dengan mata berkaca-kaca.
Kiai setempat menambahkan, \”Semoga Tuhan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan, serta menguatkan hati seluruh masyarakat.\”
Kecelakaan helikopter tersebut juga menewaskan lima penumpang lainnya, termasuk pilot dan teknisi, menambah beban duka di kalangan pekerja migran.
Warga Klaten menyatakan rasa kehilangan yang mendalam, mengingat Joko merupakan sosok pekerja keras di sektor perkebunan Kalimantan.
Pemerintah daerah mengirimkan bantuan logistik dan konseling psikologis kepada keluarga serta korban yang masih berduka.
Penyelidikan resmi terhadap penyebab kecelakaan masih berlangsung, dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengumpulkan data teknis.
Keluarga yang ditinggalkan kini berusaha menata kembali kehidupan, sementara tiga anak Joko terus bersekolah dengan dukungan beasiswa dari pemerintah.
Upacara pemakaman berakhir dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir sebagai pengingat akan pentingnya keselamatan penerbangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan