Media Kampung – 16 April 2026 | Kebun jeruk di Kecamatan Semboro, Jember, menunjukkan rasa manis pada buah meski masih dua bulan sebelum masa panen utama, sehingga petani mulai melakukan petik selektif.

Pengamatan langsung pada Rabu, 15 April 2026, mengungkapkan beberapa jeruk yang masih berwarna hijau telah memiliki rasa manis dan segar, menandakan kematangan internal tidak selalu berhubungan dengan perubahan warna kulit.

“Memang ada beberapa buah yang matang lebih dulu. Walaupun warnanya masih hijau, rasanya sudah manis,” ujar Ibu Naura, pemilik kebun yang menjadi narasumber lapangan.

Ia menambahkan bahwa fenomena tersebut umum dalam siklus pertumbuhan jeruk, dimana buah tidak serentak mencapai tingkat kematangan optimal.

Petani menyatakan bahwa perawatan rutin, meliputi pemupukan tepat, penyiraman yang cukup, serta pengendalian hama, menjadi kunci utama dalam menghasilkan buah dengan rasa manis sejak dini.

“Pemupukan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan, agar nutrisi terserap optimal,” kata Naura menegaskan pentingnya pemupukan terarah.

Kondisi tanah di Semboro, yang subur dan memiliki kandungan organik tinggi, turut mendukung pertumbuhan buah yang cepat dan berkualitas.

Iklim wilayah yang relatif stabil, dengan suhu moderat dan curah hujan teratur, menciptakan lingkungan ideal bagi pohon jeruk untuk berproduksi secara konsisten.

Jeruk Semboro dikenal sebagai komoditas hortikultura unggulan Kabupaten Jember, dengan cita rasa manis segar dan aroma khas yang diminati pasar domestik maupun regional.

Petik selektif memungkinkan petani memanen buah yang sudah matang lebih awal, kemudian dipasarkan sebelum musim panen massal, sehingga memperoleh harga yang lebih menguntungkan.

Strategi ini juga membantu mengurangi risiko penurunan kualitas buah akibat penumpukan buah di pohon menjelang puncak panen.

Petani berharap kualitas jeruk tetap terjaga hingga masa panen raya, sehingga nilai jual dapat meningkat dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian pertanian Semboro.

Dengan indikasi kematangan awal ini, prospek hasil panen utama dua bulan ke depan diperkirakan akan lebih baik, mengingat perawatan yang konsisten dan kondisi agroklimat yang mendukung.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.