Media Kampung, Nunukan – Di tengah medan berbatu dan jalan tanah yang licin, motor bebek rakitan 2007 menjadi kendaraan pengantar harapan bagi anak-anak di perbatasan Indonesia-Malaysia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, telah menjangkau 1.700 anak dan balita di 13 sekolah dan 10 posyandu sejak akhir 2025.
Setiap hari, para mitra dapur mengandalkan sepeda motor untuk mengirimkan paket makanan bergizi ke Madrasah Ibtidaiyah Darul Furqan di Desa Sungai Limau. Perjalanan menantang karena jalan berbatu dan berlumpur, terutama saat hujan. Namun, setiap guncangan terbayar saat melihat senyum anak-anak yang menanti.
Program MBG di Sebatik Tengah difokuskan pada anak-anak buruh kelapa sawit yang masuk kategori desil 1-4 (sangat miskin hingga rentan miskin). Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat memastikan distribusi tepat sasaran. Berbeda dengan Sebatik Timur yang mayoritas penduduknya menengah, wilayah ini menjadi prioritas karena tingkat kemiskinan yang tinggi.
Kepala SPPG Sebatik Tengah menyatakan bahwa program ini merupakan bukti kehadiran negara di wilayah terluar. Meski akses terbatas, pelayanan tetap berjalan. Anak-anak di tapal batas kini mendapat asupan gizi yang layak, setara dengan saudara mereka di perkotaan.
Program MBG merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. Di Sebatik, program ini tidak hanya soal makanan, tetapi juga simbol harapan dan pemerataan pembangunan di daerah perbatasan.













