Media Kampung – Bulan Muharram, sebagai awal tahun baru Hijriah, bukan sekadar pergantian kalender bagi umat Islam. Momentum ini menjadi pengingat akan bertambahnya usia dan berkurangnya kesempatan hidup. Seorang ustadz di Madiun, Amir Abdullah, M.Pd, menekankan pentingnya muhasabah atau evaluasi diri di bulan yang penuh berkah ini.

Menurut Ustadz Amir, bertambahnya usia identik dengan berkurangnya energi fisik dan emosional. “Skrip Allah SWT, kita ketika pergantian waktu yang kita jalani, yang kita rasakan, yang kita alami ini itu menunjukkan bahwa kita tidak semakin muda. Namun sebaliknya, kita ini semakin tua,” ujarnya. Pernyataan ini mengingatkan bahwa waktu yang berlalu membawa konsekuensi alami berupa penurunan kekuatan tubuh dan daya tahan.

Oleh karena itu, muhasabah menjadi langkah bijak sebelum kesempatan semakin terbatas oleh usia dan kesehatan yang menurun. Evaluasi diri mencakup dua aspek utama: hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).

Dalam aspek hablum minallah, evaluasi difokuskan pada tingkat ketaatan dalam menjalankan perintah agama seperti salat, puasa, zakat, hingga niat dalam beribadah. “Intinya adalah taat kepada Allah dan tidak menyekutukan Allah,” tegas Ustadz Amir. Ketaatan ini merupakan fondasi utama kehidupan seorang Muslim.

Sementara itu, aspek hablum minannas mengevaluasi interaksi dengan keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Kontribusi sosial, sikap saling menghargai, dan kemampuan membangun kerja sama menjadi indikator penting dalam menilai kualitas hubungan antarmanusia. Keseimbangan antara kedua aspek ini diharapkan menciptakan kehidupan yang lebih harmonis.

Selain evaluasi diri, momentum Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak rasa syukur. “Dengan Muharram ini adalah memperbanyak syukur. Kita memperbanyak syukur kepada Allah Subhanahu wa taala karena dari sekian banyak tantangan yang kita Jalani, Allah memberikan kita kemampuan hingga kita sampai pada detik pagi ini,” ungkap Ustadz Amir. Rasa syukur ini menjadi pengingat bahwa setiap fase kehidupan berada dalam pengawasan dan pertolongan Allah, sehingga manusia perlu terus memperbaiki diri dan menjaga keimanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.