Media Kampung – Masjid Istiqlal Jakarta telah mengumumkan susunan petugas yang akan memimpin pelaksanaan salat Iduladha 1447 Hijriah yang akan digelar pada Rabu, 27 Mei 2026 mulai pukul 07.00 WIB. Pengumuman ini menjadi informasi penting bagi masyarakat yang ingin mengikuti ibadah berjamaah dalam momentum Iduladha di masjid terbesar di Indonesia tersebut.

Dalam pelaksanaan salat Iduladha tahun ini, Profesor Hamdan Juhannis, Rektor UIN Alauddin Makassar, dipercaya sebagai khatib. Dalam khutbahnya, beliau akan mengangkat tema tentang menguatkan semangat berqurban sebagai upaya menjaga keindahan lingkungan dan menjunjung nilai kemanusiaan universal. Tema ini diharapkan dapat menyentuh kesadaran umat dalam memaknai ibadah qurban tidak hanya sebagai ritual, tetapi juga sebagai kontribusi nyata terhadap alam dan sesama.

Selain khatib, pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Istiqlal juga melibatkan Ahmad Anshoruddin Ibrahim sebagai imam utama. Beliau akan didampingi oleh Muzakkir Abdurahman yang bertugas sebagai imam kedua untuk memastikan kelancaran dan kekhidmatan seluruh rangkaian ibadah. Peran imam dalam ibadah berjamaah sangat krusial guna menjaga kesatuan gerak dan kenyamanan jamaah.

Untuk tugas muadzin, Muh Syawal Mubarok ditunjuk sebagai bilal pertama yang akan mengumandangkan adzan dalam prosesi salat Iduladha. Posisi bilal kedua dipercayakan kepada Abdullah Sengkang Gurium yang akan mendampingi pelaksanaan ibadah agar berjalan lancar dan tertib. Penunjukan petugas bilal ini menegaskan pentingnya suara adzan sebagai pemanggil dan penanda waktu ibadah dalam suasana yang sakral.

Mengenai kehadiran jamaah, pengelola Masjid Istiqlal menegaskan bahwa pelaksanaan salat Iduladha terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Hal ini memberikan kesempatan luas bagi warga untuk ikut serta dalam ibadah berjamaah di momen yang sangat penting tersebut. Selain itu, ibadah juga akan disiarkan secara langsung melalui akun YouTube Masjid Istiqlal TV, sehingga masyarakat yang tidak dapat hadir langsung tetap bisa mengikuti rangkaian acara secara daring.

Meski demikian, Masjid Istiqlal tidak akan dibuka selama 24 jam penuh demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masjid. Pengelola menyarankan agar para jamaah mulai datang sejak pukul 03.30 WIB atau sebelum waktu salat subuh untuk menghindari kerumunan dan memudahkan pengaturan jalannya ibadah. Jamaah juga diimbau membawa perlengkapan salat pribadi serta menyiapkan tas khusus untuk menyimpan alas kaki dengan aman selama di dalam masjid, guna mencegah kehilangan barang.

Pengumuman resmi dari Masjid Istiqlal ini sekaligus menegaskan kesiapan seluruh petugas dan pengelola dalam menyambut hari besar Iduladha dengan suasana khidmat namun tetap tertib dan aman. Pelaksanaan salat Iduladha di Istiqlal menjadi momen penting yang diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, sekaligus sebagai ajang memperkuat solidaritas dan semangat keagamaan.

Dengan pemilihan khatib dan imam yang berkompeten serta persiapan yang matang, diharapkan ibadah Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal dapat berjalan lancar dan memberikan makna mendalam bagi seluruh jamaah. Semangat qurban yang diangkat dalam khutbah pun menjadi pengingat untuk terus menjaga hubungan harmonis dengan alam dan sesama manusia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.