Media Kampung – Rombongan penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung tiba di Banyuwangi, Kamis, 22 Oktober 2026, setelah menjadi bagian dari penumpang KMP Batumandi yang terbakar di sekitar Pelabuhan Merak pada Selasa, 20 Oktober 2026. Lima penari dan pendampingnya itu tetap memilih melanjutkan perjalanan untuk tampil pada Festival Gandrung Sewu, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kedatangan mereka disambut Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Selama perjalanan menuju Banyuwangi, para penari didampingi dan difasilitasi oleh Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi).
Ipuk mengatakan pihaknya bersyukur seluruh penari dan pendamping selamat serta bisa tiba di Banyuwangi. Ia juga mengapresiasi solidaritas Ikawangi yang membantu perjalanan rombongan tersebut.
“Alhamdulilah, kami sangat bersyukur para penari maupun pendamping selamat dan bisa sampai ke Banyuwangi. Kami juga berterima kasih atas dukungan dan solidaritas dari teman-teman Ikawangi,” ujar Ipuk.
Menurut Ipuk, semangat para penari untuk tetap tampil di Gandrung Sewu patut diapresiasi. Ia menyebut sebagian dari mereka masih trauma dan ada yang mengalami cedera ringan, namun tetap bertekad menari di ajang tahunan itu.
“Saya sangat salut dan terharu, meski masih diliputi trauma bahkan juga ada yang cedera ringan, tapi mereka tetap bersemangat untuk tampil di Gandrung Sewu. Kami juga berterima kasih atas solidaritas Ikawangi yang turut membantu segala kebutuhan para penari hingga bisa sampai ke Banyuwangi,” kata Ipuk.
Dalam kebakaran kapal itu, sejumlah aksesori Gandrung seperti kipas, selendang, dan dokumen pribadi yang dibawa para penari ikut terbakar. Pemkab Banyuwangi kemudian membantu menyediakan aksesori dan dokumen milik rombongan tersebut. Aksesori Gandrung dan dokumen pribadi berupa KTP turut diserahkan dalam pertemuan di Lounge Pemkab Banyuwangi.
“Kemarin videocall mereka sangat sedih juga karena kostum, kipas dan selendang untuk menari Gandrung turut terbakar. Kita juga bantu urus KTP yang hilang. Keperluan mereka selama di Banyuwangi hingga pulang nanti akan dibantu pemkab,” kata Ipuk.
Ketua Ikawangi Sumatera Selatan, Suroso, mengatakan sebenarnya ada delapan penari dari Palembang dan Lampung yang akan tampil di Gandrung Sewu. Tiga orang berangkat lebih dulu, sementara lima lainnya berangkat bersama-sama.
“Ada delapan, tiga orang berangkat duluan. Lima orang ini yang berangkat bersama-sama,” jelasnya.
Suroso menjelaskan rombongan berangkat Selasa pagi melalui perjalanan darat dengan mobil. Namun, saat hampir berlabuh di Pelabuhan Merak, KMP Batumandi yang mereka tumpangi terbakar.
“Mobil yang membawa anak-anak (penari) terbakar di kapal. Bahkan barang-barang mereka juga ikut terbakar. Tapi yang penting semua selamat,” kata Suroso.
Ia menuturkan, saat berada di Pelabuhan Merak, dirinya sempat menanyakan apakah para penari ingin pulang atau tetap melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Menurut dia, mereka kompak memilih tetap berangkat karena ingin tampil di Gandrung Sewu.
“Ternyata mereka semua memutuskan untuk lanjut, karena ingin tampil di Gandrung Sewu,” ungkapnya.













