Media Kampung – SMA Negeri 1 Krembung di Sidoarjo mengajukan rehabilitasi untuk 21 ruang kelas yang rusak, dengan estimasi anggaran sekitar Rp3 miliar pada tahun 2027. Permohonan ini muncul setelah kondisi atap yang belum pernah diperbarui sejak sekolah didirikan pada tahun 1983 semakin memburuk.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meninjau kondisi sekolah tersebut pada 22 Oktober 2026. Ia menekankan pentingnya keselamatan warga sekolah dan kualitas fasilitas pendidikan yang dibangun melalui program pemerintah.
Kondisi Rusak dan Kebutuhan Rehabilitasi
Kepala SMA Negeri 1 Krembung, Siwi Kuntarsih, menyatakan bahwa pihak sekolah telah mengajukan rehabilitasi untuk tahun 2026, namun usulan tersebut belum terealisasi. Beberapa bagian atap, terutama di ruang guru dan depan ruang kepala sekolah, telah mengalami kerusakan serius.
“Material asbes di beberapa titik terlepas dan jatuh dengan sendirinya karena dimakan usia. Kami berharap pengajuan rehabilitasi pada 2027 bisa terealisasi,” ungkap Siwi Kuntarsih.
Pentingnya Kualitas dan Keselamatan
Pada kunjungan tersebut, Bambang Haryo juga menyoroti pentingnya kualitas material dalam revitalisasi sekolah. Ia menekankan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan harus memperhatikan kualitas agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Pembangunan sekolah harus memperhatikan kualitas barang dan materialnya. Kita ingin fasilitas yang dibangun pemerintah benar-benar bermanfaat dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” kata Bambang Haryo.
Mitigasi Bencana di Sekolah
Selain itu, ia menilai kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan lingkungan pendidikan. Sekolah perlu memiliki sistem peringatan dini, jalur evakuasi, serta titik kumpul yang mudah dikenali.
Sebagai bentuk dukungan terhadap mitigasi bencana, Bambang Haryo berencana memberikan dan memasang perangkat alarm peringatan dini kebencanaan di SMA Negeri 1 Krembung.













